KamiBijak.com, Hiburan - Isu terbatasnya lingkungan yang inklusif dalam dunia pendidikan kembali menjadi perhatian, khususnya yang terjadi pada sekolah luar biasa (SLB) dengan fokus pada kelas autis. Peserta didik penyandang disabilitas dinilai memiliki sebuah potensi luar biasa yang perlu didukung melalui pendekatan pendidikan yang tepat.
Kepala Sekolah SLB Negeri Autis Kupang, Lusia Yasinta Hurint di RRI pada, Kamis 9 April 2026 mengatakan bahwa siswa autis umumnya dikenal berada dalam spektrum yang luas, dengan keberagaman karakter, perilaku, dan cara mereka berinteraksi. Hal ini tentunya membuat proses pembelajaran membutuhkan pendekatan yang berbeda jika dibandingkan dengan siswa pada umumnya.
“Dalam dunia pendidikan, khususnya di kelas autis, peserta didik berada pada ranah kekhususan yang menuntut perhatian lebih. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga pada aspek psikomotorik dan afektif,” kata Lusia.
Ia juga menambahkan bahwa di Sekolah Luar Biasa Negeri Autis Kupang, proses pembelajaran berlangsung dan dirancang berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan oleh guru. Setiap peserta didik akan dipantau perkembangan kemampuannya secara bertahap.
“Berdasarkan hasil tersebut, siswa kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori ringan, sedang, dan berat. Pengelompokan ini bertujuan agar metode pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu,” tegasnya.
Penentuan kategori tersebut juga tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan harus melalui rekomendasi dari psikolog serta hasil asesmen manual oleh guru dengan panduan yang terstruktur dan interaktif.
“Perbedaan kategori ini tentu berdampak pada strategi pembelajaran. Setiap tingkat memiliki pendekatan yang berbeda agar proses belajar dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kemampuan siswa,” kata Lusia.
Melalui lingkungan pendidikan yang inklusif, diharapkan kedepannya setiap peserta didik autis dapat berkembang secara optimal. Peran dan keterlibatan secara langsung dari guru, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung mereka untuk dapat tumbuh dan berdaya sesuai potensi yang dimiliki. (Irene)
Sumber: rri.co.id
