KamiBijak.com, Travel - Rasa mual dan pusing, yang sering dikenal sebagai mabuk perjalanan atau motion sickness, kerap mengganggu semangat sebelum memulai liburan. Gejala ini bisa berlangsung selama beberapa jam dan membuat perjalanan menjadi tidak menyenangkan.
Menurut para ahli, motion sickness terjadi akibat konflik sensorik. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Ari Syam, menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan di otak. Tubuh mengandalkan sistem sensorik yang terkoordinasi: sistem vestibular di telinga bagian dalam untuk keseimbangan, sistem visual untuk penglihatan, dan sistem somatosensori untuk mengetahui posisi tubuh.
Masalah muncul ketika ketiga sistem ini menerima pesan yang bertentangan. Misalnya, telinga merasakan adanya gerakan (seperti guncangan kendaraan), sementara mata fokus pada objek statis di dalam kabin. Ketidakselarasan ini membingungkan otak, yang kemudian memicu respons rasa pusing dan mual.
Meskipun tips seperti duduk di kursi depan, menghindari bermain ponsel, atau tidak membaca buku dapat membantu meredakan gejala, para ahli sepakat bahwa kunci utamanya adalah pencegahan sebelum perjalanan dimulai.
- Obat Terbaik: Rileks dan Jauhi Stres
Sejumlah ahli kesehatan menekankan bahwa kondisi tubuh yang rileks dan pikiran yang tidak tegang adalah pencegah mabuk perjalanan terbaik. Tubuh yang tenang lebih mudah beradaptasi dengan gerakan kendaraan, sehingga mengurangi potensi timbulnya mual dan pusing.
Dr. Natascha Tuznik, spesialis penyakit menular dari UC Davis Medical Center, menyatakan bahwa sugesti berperan besar dalam memicu mabuk perjalanan, dan stres dapat memperburuk gejala yang muncul.
Senada dengan itu, dr. Ari Syam menyarankan para traveler untuk memastikan istirahat yang cukup dan menghindari stres sebelum bepergian. Selain itu, penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menghindari makan berlebihan. Bagi traveler yang memiliki tingkat kecemasan atau stres yang tinggi, dr. Ari Syam menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan resep obat pencegah kecemasan.
Oleh karena itu, sebelum berangkat, luangkan waktu untuk menenangkan diri, mengatur napas, dan memastikan kualitas istirahat terpenuhi. Dengan tubuh yang fit dan pikiran yang tenang, perjalanan akan menjadi lebih nyaman.
- Persiapan Herbal dan Obat-obatan Umum
Obat herbal dan Obat obatan umum (foto : KlikDokter)
Selain menjaga kondisi mental, persiapan tubuh juga penting. Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menyediakan aromaterapi seperti minyak angin, peppermint oil, atau balm herbal. Aromaterapi ini dapat membantu merilekskan tubuh dan meredakan gejala pusing serta mual.
Ahli kesehatan juga menyarankan konsumsi herbal hangat seperti jahe, serai, atau wedang rempah untuk menghangatkan tubuh dan meningkatkan sirkulasi. Produk herbal pencegah mabuk perjalanan kini mudah didapatkan di apotek dan minimarket, tersedia dalam berbagai bentuk seperti permen jahe, kapsul suplemen, atau minuman praktis.
Terakhir, dr. Ari Syam mengingatkan traveler untuk selalu membawa obat-obatan umum seperti obat pusing, diare, demam, dan flu. Ini adalah langkah antisipasi penting guna menghadapi kondisi kesehatan tak terduga selama perjalanan.
Dengan menerapkan dua langkah utama ini mabuk perjalanan dapat dicegah tanpa perlu cara yang rumit, memungkinkan traveler menikmati liburan dengan nyaman. (Keisha/MG)
Sumber : Detik Travel
