KamiBijak.com, Berita - Pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang semakin tidak terkendali di kota-kota besar kini menjadi pemicu utama kemacetan lalu lintas harian. Kerugian yang dialami dari segi waktu dan materi akibat tertahan di jalan raya tentu menurunkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat urban.
Studi dari Nugroho (2020) dalam sebuah Jurnal Transportasi dan Infrastruktur yang berjudul "Evaluasi Integrasi Antarmoda Transportasi Massal", mengupas tuntas sistem ini. Berdasarkan hasil riset, dapat ditarik kesimpulan bahwa kunci utama perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum adalah faktor kenyamanan dan ketepatan waktu.
Pentingnya Integrasi dan Aksesibilitas Transportasi Massal
Ilustrasi transportasi publik Transjakarta. (foto: SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH)
Pemerintah harus semakin memperluas jaringan rute bus trans dan kereta rel listrik hingga dapat menjangkau kawasan pemukiman penyangga kota. Sistem tiket yang terintegrasi menggunakan satu kartu juga sangat memudahkan warga yang harus berganti moda transportasi dalam satu kali perjalanan harian.
Selain itu, penyediaan fasilitas trotoar yang lebar, bersih, dan ramah disabilitas di sekitar stasiun juga akan merangsang budaya jalan kaki warga. Masyarakat tidak akan ragu untuk meninggalkan motor mereka di rumah jika akses menuju halte memang dirasa aman dan menyenangkan untuk dilewati.
Baca juga:
Dari Kursi Roda ke Transportasi Umum: Perjalanan Inspiratif Ketua Tim Inklusif Kemenhub
Pemberlakuan tarif khusus dalam bentuk subsidi bagi pelajar dan pekerja harian juga bisa menjadi daya tarik tambahan yang dinilai sangat efektif. Langkah ini secara tidak langsung dapat membantu meringankan beban biaya transportasi bulanan khususnya bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.
Berdasarkan analisis dari Lestari (2023) dalam sebuah Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan berjudul "Dampak Makro Penggunaan Transportasi Massal Terhadap Emisi", lingkungan perlu diuji. Data riset bahkan semakin menegaskan bahwa kenaikan jumlah penumpang bus listrik berkorelasi langsung dengan penurunan tingkat polusi udara kota sebesar 25 persen.
Baca juga:
Masih Tahap Uji Coba, Pemkot Semarang Berencana Masifkan Operasional Bus Listrik
Beralih ke transportasi umum adalah sebuah langkah nyata yang cerdas dalam upaya membangun budaya bertransportasi yang lebih humanis dan tertib. Yuk, mulai kurangi penggunaan mobil pribadimu dan rasakan pengalaman seru bepergian menggunakan transportasi umum! (Irene)
Sumber: rri.co.id
