KamiBijak.com, Berita - Mahasiswa Kuliah Kerja Profesi-Pemberdayaan Masyarakat (KKP-PM) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar telah sukses menggelar program pendampingan kreatif di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Gowa. Kegiatan inovatif ini berfokus pada pelatihan daur ulang pakaian bekas menjadi berbagai jenis karya seni dan kerajinan tangan yang bernilai jual.
Program yang berlangsung selama beberapa hari ini merupakan bagian dari upaya nyata mahasiswa KKP-PM untuk meningkatkan keterampilan motorik halus dan mengembangkan kreativitas siswa berkebutuhan khusus. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui praktik daur ulang limbah tekstil.
Selama kegiatan, mahasiswa mendampingi siswa tunarungu kelas Tata Busana dalam mengolah pakaian bekas menjadi berbagai produk seperti tote bag hingga aksesoris sederhana. Proses ini bukan hanya meningkatkan keterampilan mejahit, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam berkarya.
“Kami ingin membantu siswa SLB melihat bahwa kain bekas bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Melalui kegiatan ini, mereka belajar mengasah keterampilan menjahit sekaligus berkreasi sesuai minatnya," ujar Andi Asmira, Ketua Kelompok 24.
Dalam proses pendampingan tersebut, mahasiswa KKP-PM mengajarkan berbagai teknik dasar mulai dari memotong, menjahit sederhana, hingga mengkombinasikan warna dan tekstur kain. Pakaian bekas yang awalnya hanya menumpuk berhasil disulap menjadi beragam produk kreatif seperti tas belanja, dompet kecil, boneka lucu, bahkan hiasan dinding estetik. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa dengan para siswa SLB, dengan bimbingan personal yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Program pendampingan ini membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas usia atau kondisi. Dengan sentuhan inovasi dan pendampingan yang tepat, limbah pakaian bekas dapat diubah menjadi peluang berharga, sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian pada generasi muda berkebutuhan khusus (Keisha/MG)
Sumber : Kumparan
