KamiBijak.com, Berita - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan terkait pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dimaksud merupakan hasil karya dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen.
Dadan mengatakan, seluruh unit motor tersebut diproduksi dengan fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN yang signifikan,” ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/4).
Saat ini, seluruh kendaraan tersebut masih ada dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum nantinya akan didistribusikan kepada para penerima manfaat di lapangan. Pendistribusian juga akan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan dengan kebutuhan operasional di masing-masing wilayah.
"Motor listrik ini belum didistribusikan. Kami memastikan seluruh proses administrasi, termasuk pencatatan sebagai BMN, diselesaikan terlebih dahulu agar penggunaannya tertib, transparan, dan akuntabel," ucapnya.
Pengadaan sekitar 20 ribu motor untuk kepala SPPG ini diklaim akan ditujukan ke wilayah dengan akses transportasi sulit. Pengadaan motor tersebut juga masuk dalam perencanaan untuk tahun 2025 dan terealisasi sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan. (Irene)
Sumber: merahputih.com
