Berita

Kemensos Perkuat Dukungan untuk Penyandang Disabilitas Korban Banjir di Sibolga

Kemensos salurkan bantuan alat bantu dan sembako untuk penyandang disabilitas yang terdampak banjir di Sibolga.

KamiBijak.com, Berita - Kota Sibolga, Sumatera Utara, menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir bandang belum lama ini. Selain kerusakan infrastruktur dan pemukiman, kelompok rentan seperti penyandang disabilitas juga merasakan dampak buruk dari bencana tersebut. Menanggapi kondisi ini, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan khusus yang menyasar kebutuhan mereka, termasuk kebutuhan dasar dan alat bantu mobilitas.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Kemensos tidak hanya menyerahkan paket sembako biasa, tetapi juga alat bantu yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Bantuan ini merupakan bagian dari Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang selama ini menjadi instrumen untuk mendukung pemenuhan hak-hak sosial kelompok rentan.

Pada acara penyerahan bantuan di Kantor Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Hephata HKBP Sibolga pada Minggu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan secara langsung berbagai paket bantuan kepada penyandang disabilitas yang terdampak bencana. Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp433,3 juta, mencakup puluhan unit alat bantu dan ratusan paket sembako yang difokuskan untuk kebutuhan krusial pascabanjir.

Secara rinci, bantuan yang diserahkan antara lain 407 paket sembako, 13 unit kursi roda, serta 2 paket kruk atau alat bantu jalan. Jenis bantuan ini dipilih berdasar asesmen kebutuhan yang dilakukan sebelumnya oleh tim koordinasi di lapangan. Paket sembako dirancang untuk mencukupi kebutuhan dasar keluarga penyandang disabilitas dalam periode awal pemulihan setelah bencana. Sedangkan alat bantu mobilitas menjadi bagian penting agar mereka tetap dapat bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari meski kondisi fisik dan lingkungan belum sepenuhnya pulih.

Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan bahwa kehadiran negara dalam momen pascabencana sangat penting, terutama untuk menjamin perlindungan dan pemulihan yang adil bagi semua kelompok masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menuturkan bahwa data yang akurat tentang kondisi penyandang disabilitas membantu penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran dan efektif.

“Kami memberikan dukungan dalam rangka perlindungan dan jaminan sosial, sekaligus rehabilitasi. Dengan data yang lengkap, penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih tepat sasaran,” tutur Gus Ipul dalam pernyataan resminya.

Respon terhadap bantuan ini juga datang dari berbagai pihak, termasuk Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jonna Aman Damanik, yang menyampaikan apresiasi atas langkah Kemensos dan kolaborasi berbagai lembaga dalam tanggap darurat bencana. Ia menilai penyaluran bantuan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, namun juga sebagai bentuk pengakuan terhadap hak-hak sosial penyandang disabilitas.

Tidak hanya dari lembaga pemerintah, dukungan juga datang dari organisasi kemasyarakatan dan pihak lokal yang terlibat dalam penanganan pascabanjir di Sibolga. Direktur Panti Karya RBM Hephata HKBP Sibolga, Risma Siregar, menyatakan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, langkah pemberian bantuan ini tidak hanya meringankan beban fisik tetapi juga memberikan dorongan moral dan semangat bagi penyandang disabilitas untuk bangkit dari dampak bencana.

Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat menjadi model dalam penanganan kelompok rentan pascabencana di masa mendatang. Dengan memenuhi kebutuhan dasar, alat bantu khusus, serta pemulihan psikososial, diharapkan penyandang disabilitas di Sibolga dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih mandiri dan bermartabat.

Upaya ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam melindungi seluruh warga negara tanpa diskriminasi, terutama di saat kondisi genting akibat bencana alam seperti banjir bandang yang melanda Sibolga akhir tahun ini.  (Sindi/PKL)

Sumber : Tempo