Berita

Kemenkes Perluas Layanan! Kesehatan Mental Jadi Penyebab Disabilitas Kedua di Indonesia

Gangguan mental menjadi penyebab disabilitas terbesar kedua di Indonesia. Kemenkes dorong perluasan layanan dan inovasi digital kesehatan mental.

KamiBijak.com, Beirta - Masalah kesehatan mental menempati peringkat kedua sebagai penyebab utama disabilitas di Indonesia. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, menyampaikan bahwa berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation tahun 2021, gangguan mental termasuk penyebab disabilitas terbesar kedua dan masuk lima besar beban kesehatan pada orang dewasa.

Secara global, isu kesehatan mental juga menjadi tantangan serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2022 melaporkan bahwa satu dari delapan orang di dunia mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan mental bukan lagi isu individual, melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan sistematis.

Ilustrasi Skizofrenia pada manusia (foto : KlikDokter)

Di Indonesia, laporan sebelumnya mencatat sekitar 2 persen orang dewasa mengalami gangguan kesehatan mental dan 1,4 persen mengalami depresi. Kelompok usia paling rentan berada pada rentang 15 hingga 24 tahun. Selain itu, sekitar empat dari setiap 1.000 orang hidup dengan skizofrenia atau psikosis, yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan berkelanjutan.

Tantangan kesehatan mental semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari biologis, psikologis, hingga sosial. Akses layanan yang terbatas, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, serta stigma di masyarakat menyebabkan banyak individu dengan gangguan mental tidak memperoleh layanan yang memadai.

Situasi bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia turut memperburuk kondisi kesehatan mental masyarakat. Risiko munculnya gangguan seperti depresi, kecemasan, dan trauma meningkat pada situasi darurat. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan berkomitmen memperluas layanan kesehatan mental, terutama melalui penguatan layanan kesehatan primer berbasis komunitas.

Seiring perkembangan teknologi, inovasi layanan kesehatan mental digital mulai dikembangkan sebagai solusi alternatif. Salah satunya adalah PSIDAMAI, platform kesehatan mental berbasis web yang dikembangkan Fakultas Psikologi Universitas YARSI. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani layanan konvensional, dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah dan disesuaikan dengan konteks budaya Indonesia. (Keisha/MG)

Sumber : Liputan6