KamiBijak.com, Hiburan - Menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikonsumsi, tetapi juga kebiasaan setelah makan. Banyak orang tanpa sadar melakukan aktivitas yang justru dapat mengganggu proses pencernaan dan berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.
Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan yang kerap dilakukan setelah makan justru dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan. Mulai dari langsung tidur hingga merokok, perilaku tersebut berpotensi mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya memberi jeda waktu sebelum melakukan aktivitas tertentu agar sistem pencernaan bekerja optimal.
Langsung tidur setelah makan, misalnya, dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, berbaring setelah makan membuat asam lambung lebih mudah naik karena posisi tubuh yang datar. Karena itu, disarankan memberi jeda setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.
Kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi segera setelah makan juga sebaiknya dihindari. Kandungan tanin dalam teh serta senyawa tertentu dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. World Health Organization dalam berbagai publikasi gizinya menjelaskan bahwa penyerapan zat besi non-heme dari sumber nabati sensitif terhadap zat penghambat seperti tanin dan polifenol.
Baca juga:
Usai Kalap Makan Kue Lebaran, Ini Cara Mencegah Gula Darah Melonjak
Selain itu, berbaring santai atau bermain ponsel dalam posisi setengah rebahan setelah makan dapat menimbulkan rasa penuh dan begah pada perut. Posisi tersebut berpotensi memperlambat proses pengosongan lambung. Para ahli menyarankan aktivitas ringan seperti berjalan santai selama 10–15 menit guna membantu melancarkan pencernaan.
Merokok setelah makan juga membawa dampak negatif bagi tubuh. Berdasarkan keterangan Centers for Disease Control and Prevention, kebiasaan merokok dapat mengganggu penyerapan nutrisi serta memperburuk gangguan pada lambung. Nikotin dalam rokok diketahui dapat memengaruhi fungsi sfingter esofagus bawah sehingga meningkatkan risiko refluks asam.
Kebiasaan mandi segera setelah makan pun kerap dikaitkan dengan terganggunya proses pencernaan. Saat mandi, khususnya menggunakan air hangat, aliran darah akan lebih banyak menuju kulit sehingga secara teori dapat mengurangi aliran darah ke organ pencernaan. Meski tidak selalu berbahaya, para ahli menyarankan memberi jeda sekitar 30 menit sebelum mandi.
Olahraga berat setelah makan juga sebaiknya tidak dilakukan secara langsung. Aktivitas fisik intens dapat memicu mual, kram perut, hingga gangguan pencernaan karena tubuh memprioritaskan aliran darah ke otot dibandingkan lambung. Harvard Medical School dalam publikasinya menganjurkan jeda sekitar satu hingga dua jam sebelum melakukan olahraga berat, tergantung pada porsi makan.
Baca juga:
Penyebab Obesitas: Pola Makan, Aktivitas, dan Risiko Karbohidrat
Tenaga kesehatan mengingatkan bahwa menjaga pola makan saja tidak cukup tanpa diimbangi kebiasaan yang tepat setelahnya. Memberikan waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan secara optimal menjadi langkah sederhana namun penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Sebagai penutup, kesadaran terhadap kebiasaan kecil setelah makan menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi tubuh secara menyeluruh. Dengan menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu pencernaan serta memberi jeda waktu yang cukup, kesehatan dapat terjaga lebih baik dan risiko gangguan pencernaan pun dapat diminimalkan dalam jangka panjang.(Athar/Magang)
Sumber: RRI
