KamiBijak.com, Berita - Transportasi kereta api selama ini menjadi salah satu moda andalan masyarakat karena dinilai mampu menghadirkan perjalanan yang efisien, aman, dan tepat waktu. Di balik kelancaran ribuan perjalanan setiap hari, terdapat sistem operasional yang berjalan dengan tingkat presisi tinggi serta melibatkan banyak tenaga profesional di berbagai lini. Kondisi tersebut mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk terus memperkuat kualitas tenaga operasional melalui peningkatan sertifikasi dan kompetensi pegawai di seluruh wilayah kerja.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan peningkatan jumlah tenaga ahli bersertifikat pada Kamis, 7 Mei 2026. Operator transportasi tersebut mencatat kenaikan personel teknis dari sebelumnya 14.150 orang hingga bertambah menjadi 19.167 pegawai.
Peningkatan itu dilakukan untuk memperkuat sektor operasional yang menuntut disiplin tinggi dalam melayani jutaan pengguna kereta setiap harinya. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi KAI dalam menjaga mutu layanan perjalanan kereta nasional demi memastikan keamanan masyarakat sebagai pengguna jasa.
Baca juga:
Utamakan Kenyamanan dan Keamanan Penumpang, KAI Perkuat Fasilitas Ramah Perempuan
“Kereta api merupakan moda transportasi yang memiliki sistem operasional sangat detail. Setiap petugas memegang peran penting dan seluruh proses harus berjalan presisi. Karena itu setiap Insan perkeretaapian wajib memiliki kompetensi, kesiapan, dan disiplin tinggi sebelum menjalankan tugas operasional,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Petugas KAI (Foto: KAI)
Menurut Anne Purba, proses sertifikasi diberikan kepada ribuan pegawai yang tersebar di berbagai daerah operasional. Sertifikat kompetensi tersebut menjadi ketentuan mendasar yang wajib dimiliki insan perkeretaapian sebelum menjalankan tanggung jawab dalam pelayanan publik.
Catatan internal perusahaan memperlihatkan pertumbuhan sumber daya manusia yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 jumlah pekerja bersertifikat mencapai 15.983 orang, kemudian meningkat menjadi 16.186 orang pada 2024.
Selama tahun berjalan, perusahaan menargetkan penyebaran tenaga terampil sebanyak 18.297 orang di seluruh lini bisnisnya. Kuota itu meliputi kebutuhan ribuan asisten pengatur perjalanan kereta hingga tenaga ahli yang bertugas menangani pemeliharaan infrastruktur rel.
“Dalam operasional kereta api, keputusan yang diambil petugas harus cepat, tepat, and sesuai prosedur. Karena itu proses pembentukan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan agar setiap petugas siap menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan,” ujar Anne.
Pengecekan rutin terhadap sarana dan prasarana terus dilakukan untuk menjaga performa lokomotif maupun rangkaian gerbong kereta. Para tenaga ahli melakukan pemantauan langsung terhadap fasilitas operasional guna memastikan seluruh komponen tetap berada pada tingkat keandalan terbaik.
Untuk mempermudah pelaporan gangguan eksternal, KAI mengoptimalkan penggunaan platform Safety Railway Information (SRI). Sistem teknologi tersebut digunakan sebagai alat deteksi dini terhadap potensi ancaman perjalanan sehingga proses mitigasi dapat segera dilakukan manajemen secara tepat.
Perusahaan masih menaruh perhatian besar terhadap gangguan fisik seperti cuaca ekstrem maupun aksi vandalisme yang terjadi di sepanjang jalur kereta. Karena itu, kerja sama dengan masyarakat di sekitar lintasan terus diperkuat guna meminimalkan risiko kerusakan fasilitas negara secara menyeluruh.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan bahwa sinergi antara petugas dan masyarakat memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan perjalanan. Menurut dia, kepatuhan terhadap aturan teknis serta kewaspadaan seluruh pihak menjadi fondasi utama keamanan transportasi massal tersebut.
“Setiap perjalanan kereta api yang berjalan aman sesungguhnya dijaga oleh banyak Insan yang bekerja penuh disiplin selama 24 jam. Keselamatan dibangun dari ketelitian, kepatuhan terhadap prosedur, kompetensi SDM, serta kolaborasi bersama stakeholder dan masyarakat dalam menjaga operasional perkeretaapian. KAI akan terus memperkuat seluruh aspek tersebut agar kepercayaan jutaan pelanggan tetap terjaga dalam setiap perjalanan,” kata Wisnu.
Penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik yang aman dan andal. Upaya KAI meningkatkan jumlah tenaga bersertifikasi menunjukkan bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada teknologi maupun infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kualitas personel yang menjalankan sistem operasional setiap hari. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, konsistensi perusahaan dalam memperkuat pengawasan, meningkatkan keterampilan pekerja, serta membangun kolaborasi dengan masyarakat sekitar jalur kereta menjadi langkah strategis untuk mempertahankan kepercayaan publik. Dengan pendekatan tersebut, KAI berupaya memastikan setiap perjalanan kereta tetap berjalan aman, tertib, dan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.(Athar/Magang)
Sumber: RRI
