KamiBijak.com, Hiburan - Peringatan Hari Autis Sedunia semakin mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan anak autistik. Momentum ini hadir sebagai pengingat akan pentingnya inklusi dan penghargaan terhadap setiap individu.
Hari Autis Sedunia diperingati setiap Rabu, 2 April. Peringatan ini akan diisi dengan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas.
Kepala Yayasan Amanah Poppy Amalya, Hema Sunarja, A.Ma menjelaskan bahwa peringatan ini sebagai gerakan bersama untuk membuat sebuah kegiatan inklusif. “Kegiatan Hari Autis itu kita melakukan sosialisasi untuk masyarakat dan orang tua,” ujarnya, dalam Dialog Disabilitas dan Inklusi, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa autisme merupakan sebuah kondisi perkembangan neurologis pada anak. Kondisi ini ditandai dengan adanya hambatan interaksi sosial, komunikasi, bahasa, dan perilaku.
Menurutnya, autisme dapat disebut spektrum karena setiap individu memiliki keunikan berbeda. Kebutuhan dan pendekatan terhadap anak autistik juga harus bisa disesuaikan.
Hema menegaskan kondisi autisme bukanlah penyakit yang harus disembuhkan. Autisme merupakan bagian dari keberagaman cara kerja otak atau neurodiversity.
Ia juga menambahkan bahwasanya setiap anak memiliki potensi yang perlu dihargai. Pendekatan inklusif penting untuk dilakukan agar anak autistik dapat berkembang optimal.
“Autisme bukan hanya kondisi, tetapi bagaimana kita merangkul mereka,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk mau memberi ruang dan kesempatan bagi anak autistik. Melalui peringatan ini, diharapkan stigma negatif terhadap autisme dapat berkurang. Masyarakat juga diimbau untuk lebih terbuka dan menghargai keberagaman. (Irene)
Sumber: rri.co.id
