Kuliner

Jarang Disadari! 6 Sumber Protein Ini Bisa Bantu Cegah Pikun dan Demensia

Salmon, telur, hingga walnut jadi sumber protein yang baik untuk otak. Nutrisi ini membantu menjaga memori dan menurunkan risiko demensia.

KamiBijak.com, Kuliner - Menjaga kesehatan otak ternyata bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu memilih sumber nutrisi yang tepat. Salah satunya dengan mengonsumsi protein yang baik untuk membantu menurunkan risiko pikun hingga demensia.

Selama ini protein lebih dikenal berperan untuk menjaga massa otot dan memberi energi bagi tubuh. Padahal, beberapa jenis protein juga punya manfaat penting untuk kesehatan otak.

Para ahli bahkan merancang pola makan khusus bernama MIND Diet yang bertujuan membantu menjaga fungsi otak dan menurunkan risiko demensia. Pola makan ini menekankan konsumsi makanan yang kaya antioksidan serta asam lemak omega-3.

Dikutip dari HuffPost (25/2), berikut beberapa sumber protein yang baik dikonsumsi secara rutin untuk membantu menjaga kesehatan otak.

 

  1. Salmon

Para pakar kesehatan menyarankan untuk rutin mengonsumsi ikan laut, terutama ikan berlemak seperti salmon, tuna, trout, mackerel, dan sarden.

Ikan-ikan ini kaya akan asam lemak omega-3 yang membantu menjaga kesehatan sel saraf sekaligus mengurangi peradangan di otak. Nutrisi ini juga diyakini dapat membantu memperlambat pembentukan plak amyloid yang berkaitan dengan Alzheimer's disease.

 

  1. Telur

Telur (foto : Detik)

 

telur juga termasuk sumber protein yang baik untuk otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih dari satu telur per minggu memiliki risiko demensia hingga 47 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memakannya.

Telur mengandung kolin, yaitu nutrisi penting yang membantu tubuh memproduksi asetilkolin, yaitu senyawa yang berperan dalam memori, perhatian, dan proses belajar.

 

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan (foto : Orami)

 

Berbagai jenis kacang-kacangan sering disebut sebagai “makanan otak”. Selain kaya protein nabati, kacang juga mengandung serat dan antioksidan yang baik untuk tubuh.

Serat membantu menjaga kesehatan usus. Menariknya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesehatan usus memiliki kaitan erat dengan kesehatan otak dan proses penuaan kognitif.

 

  1. Kedelai

Produk berbahan kedelai seperti tahu, tempe, edamame, hingga susu kedelai juga baik untuk dikonsumsi.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kedelai memiliki risiko gangguan neurokognitif sekitar 14 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

 

  1. Kacang walnut

Kacang walnut (foto : Halodoc)

 

Di antara berbagai jenis kacang, walnut termasuk yang paling direkomendasikan. Kacang ini memiliki kandungan omega-3 tertinggi dibandingkan jenis kacang lainnya.

Selain itu, walnut juga mengandung polifenol dan vitamin E yang membantu melawan peradangan di otak.

 

  1. Ayam

Dada ayam (foto : The Spruce Eats)

 

Sumber protein tanpa lemak seperti daging ayam, terutama bagian dada, juga baik untuk kesehatan otak.

Selain tinggi protein, ayam mengandung kreatin yang diketahui dapat membantu mendukung fungsi kognitif dan daya ingat.

Sebaliknya, para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi daging berlemak tinggi, seperti daging sapi berlemak atau daging olahan ultra-proses. Pola makan yang tinggi lemak jenuh dari makanan tersebut bisa meningkatkan risiko demensia jika dikonsumsi terlalu sering. (Keisha/MG)

Sumber : Detik