Berita

IIMS 2026 Angkat #SafeandAble, Dorong Keselamatan Berkendara Inklusif bagi Disabilitas

IIMS 2026 hadirkan talkshow #SafeandAble, edukasi safety riding inklusif dan soroti kebutuhan akses visual bagi pengendara Tuli.

KamiBijak.com, Berita - Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Jiexpo Kemayoran kembali hadir dan memberikan talkshow khusus yang bertajuk #SafeandAble, Disabilitas Bukan Menjadi Batasan untuk Selalu Aman di Jalan pada Selasa (10/02.2026). 

 

IIMS 2026 tidak hanya menjadi pameran otomotif tahunan, tetapi juga wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan industri. Mengusung tema Your Infinite Autotainment Experience, pameran ini digelar dengan skala yang lebih besar, memperluas area pameran hingga Grand Hall dan Gambir Expo Area Energized by Pertamina.

 

Program baru di IIMS 2026

Pameran yang berlangsung pada 5 - 15 Februari ini menghadirkan konsep baru sportainment dan edutainment, seperti olahraga padel, golf, gym, hingga kompetisi pelajar, yang melengkapi program unggulan IIMS. IIMS 2026 diikuti 62 merek kendaraan roda dua dan roda empat di area seluas 156.170 meter persegi, menghadirkan brand ternama seperti Toyota, Honda, BMW, Hyundai, Mitsubishi, Mercedes-Benz, BYD, Wuling, Yamaha, Vespa, Kawasaki, Royal Enfield, hingga BMW Motorrad.

Selain pameran otomotif, IIMS juga menggelar talkshow yang memberikan edukasi tentang cara berkendara yang lebih aman bagi penyandang disabilitas.

 

IIMS 2026 Ramah untuk Semua Lapisan Masyarakat

Talkshow bertema #SafeandAble menghadirkan Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, dan Mohammad Abdillah, Instruktur Safety Riding, yang membagikan tips berkendara aman bagi penyandang disabilitas.

Agus menekankan pentingnya terus mencari informasi tentang teknik berkendara yang aman, memastikan kendaraan modifikasi layak dan aman, serta menjaga kecepatan karena manuver kendaraan roda tiga berbeda dari kendaraan biasa.

Sementara itu, Abdillah mengingatkan agar pengendara roda tiga menggunakan lajur kiri dan melatih kesabaran saat di jalan agar keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain tetap terjaga.

 

Harapan Teman Disabilitas untuk Berkendara yang lebih inklusif

 

Peserta disabilitas Tuli, Jannah mengatakan untuk berkendara yang lebih inklusif, pengendara tuli lebih membutuhkan akses visualisasi. Misalnya ketika klakson, pengendara Tuli tidak akan mendengar, sebaliknya akan lebih terlihat jika mengedipkan lampu. 

 

“ Saya sudah bertanya, mobil darurat mengedipkan lampu atau membunyikan klakson, saya Tuli, kan tidak ngeh, terus berkendara. Nah itu butuh akses ramah Tuli, yakni lampu sein berwarna merah yang artinya darurat seperti jenazah, polisi, atau kecelakaan. Kalau akses lampu itu, saya bisa jadi tahu ada hal darurat, bisa minggirkan kendaraan. Pengendara Tuli lebih butuh akses visualisasi,” ucap Jannah (10/02/2026)

 

Peserta Tuli lainnya memberikan pengalaman setelah mendengarkan talkshow tersebut, Miya mengatakan  baru mengetahui adanya pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan berkendara. Selama ini, ia hanya mengendarai kendaraan secara umum tanpa memahami teknik yang lebih spesifik.

 

“Selama ini bawa kendaraan, tapi selama ini bawanya umum aja. Baru tau bahwa ada pelatihan khusus untuk pengendara yang lebih baik lagi. Nah saya ingin menggali lagi bagaimana pengendara disabilitas tau bagaimana bawa kendaraan itu ada yang lebih spesifik lagi dan bisa memahami lebih bagus lagi. Kalau bisa kedepannya mungkin bisa ajak lebih banyak disabilitas agar info yang diberikan bisa tersebar lebih luas ke lebih banyak disabilitas yang berkendara,” ucap Miya (10/02/2026)

 

(Keisha/MG)

 

Sumber : Liputan IIMS 10 Februari 2026