KamiBijak.com, Hiburan - Upaya untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia masih terus menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah kuatnya budaya patriarki yang hingga kini masih berkembang di masyarakat. Kondisi tersebut membuat posisi seorang perempuan seringkali masih ditempatkan kurang setara dibandingkan laki-laki.
Kepala Pusat Studi Gender Anak dan Disabilitas (PSGAD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Masriah, dengan jelas mengatakan bahwa kesetaraan gender perlu terus diperjuangkan melalui pendidikan dan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat.
“Tantangannya memang kita masih patriarkinya memang masih kuat, ya,” ujarnya kepada RRI, Senin, 9 Maret 2026.
Menurutnya, pemahaman yang beredar di masyarakat mengenai peran perempuan dan laki-laki masih sering dipengaruhi oleh stereotip lama yang identik dengan perbedaan peran domestik dan publik. Hal tersebut bahkan masih sering ditemukan dalam proses pendidikan di sekolah melalui contoh-contoh yang diberikan dalam materi pembelajaran.
Ia menilai bahwa pendidikan sebenarnya memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman generasi muda mengenai kesetaraan gender. Oleh sebab itu, guru dan tenaga pendidik juga perlu mendapatkan pemahaman yang baik agar secara tidak langsung bisa memperkuat stereotip gender di lingkungan sekolah.
“Bahwa semua orang bisa berkiprah, mau perempuan, mau laki-laki, semuanya sama,” katanya.
Menurutnya, generasi muda masa kini terutama generasi Z perlu diberikan edukasi yang lebih luas lagi mengenai konsep kesetaraan gender agar mampu memahami bahwa perempuan dan laki-laki punya peluang yang sama dalam berbagai bidang kehidupan. Hal tersebut nantinya diharapkan dapat mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan adil.
Ia juga tidak lupa menekankan tentang pentingnya penyelenggaraan workshop atau pelatihan mengenai isu gender bagi para tenaga pendidik agar pemahaman tersebut dapat disampaikan dengan lebih baik kepada para siswa. Dengan demikian, upaya untuk membangun kesadaran mengenai kesetaraan gender dapat dimulai sejak usia sekolah. (Irene)
Sumber: rri.co.id
