KamiBijak.com, Berita - Sejumlah negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand dan Amerika Serikat, dikabarkan mulai mengalami gangguan dalam hal pasokan pupuk global.
Komisi XI DPR RI telah memastikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak naik, meski tengah terjadi gejolak di Selat Hormuz, sehingga pasokan dan stabilitas dipastikan tetap terjaga di dalam negeri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan yakin memastikan harga pupuk subsidi tetap stabil dan tidak akan mengalami kenaikan, meski terjadi penutupan Selat Hormuz di Timur Tengah, agar petani tetap terlindungi dalam menjaga produktivitas pertanian nasional.
"Aman, aman (harga pupuk tidak akan terkoreksi). Kenapa? Itu perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," kata Mentan kepada awak media seusai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.
Ia juga menyampaikan, pemerintah saat ini telah mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, hal tersebut sebuah capaian yang disebut belum pernah terjadi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga akan terus meningkatkan volume pupuk subsidi yang tersedia bagi petani, sehingga seluruh kebutuhan input produksi tetap tercukupi secara optimal di berbagai daerah sentra pertanian.
"Itu di era Bapak Prabowo Subianto, Bapak Presiden, itu diturunkan harga pupuk (subsidi) 20 persen dan menaikkan kuantumnya. Itu luar biasa," ujar Mentan.
Adapun volume pupuk subsidi yang disiapkan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional sepanjang tahun 2026 mencapai 9,8 juta ton yang akan menyasar 14,1 juta petani di seluruh Indonesia.
Mentan menegaskan, kebijakan stabilisasi harga pupuk tersebut merupakan arahan langsung Presiden, sehingga dipastikan tetap terjaga guna mendukung keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan global.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan stok pupuk secara nasional tidak terganggu di tengah konflik di Selat Hormuz, Timur Tengah, yang dapat mengganggu jalur perdagangan global.
"Alhamdulillah, stok aman, kita memiliki 1,29 juta ton stok, dan pabrik seluruhnya beroperasi dengan baik. Artinya, ini akan terus kita pertahankan di level ini, tidak ada masalah," kata Rahmad dalam rapat tersebut.
Ia menyebut pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi pupuk dunia, yang menyumbang sekitar 30 persen perdagangan pupuk global setiap bulannya.
Indonesia tidak terdampak signifikan berkat kemandirian industri pupuk nasional yang telah dibangun sejak lama.
"Hingga hari ini, meskipun dunia gonjang-ganjing, pupuk Indonesia justru bisa berfungsi sebagai penyelamat ekosistem pangan dunia," jelasnya. (Irene)
Sumber: merahputih.com
