KamiBijak.com, Hiburan - Sebagai seorang penyandang disabilitas tunanetra, Mato Bugis punya harapan bahwa pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan kaum marginal seperti dirinya. Bukan saja dengan memberikan pendidikan formal di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, tetapi juga bisa memberikan keterampilan dan dukungan terhadap mereka yang berprestasi.
Mato mengatakan, sebagai satu-satunya hafiz Qur'an penyandang tuna netra, dirinya sangat berharap bisa difasilitasi Qur'an dengan huruf braille agar bisa lebih mempermudah profesinya, sekaligus membantu tunanetra muslim lainnya belajar mengaji.
"Jadi di sini memang ada yang tawarin braille cuman disini kan tidak ada gurunya juga, jadi Kita pakai sistem lokal aja, pake telinga untuk mendengar, mudah-mudahan Pemda dan Pemkot bisa lihat dan fasilitasi Alquran braille untuk kami juga, karena kami juga bagian dari masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara dan kota Tual. Kami butuh perhatian mereka juga. Kalau ada braille kan kami bisa mempelajari dan bisa membawa nama daerah di perhelatan musabaqah Tilawatil Quran cabang lomba cacat netra," ungkap Mato.
Saat ini Mato sedang sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran cabang cacat netra. Dirinya berharap, pemerintah bisa memberi perhatian lebih, dan ke depan akan banyak penyandang tunanetra lain yang bisa berkontribusi lebih banyak kepada daerah melalui pendidikan lewat buku-buku berhuruf braille. (Irene)
Sumber: rri.co.id
