Waspada! Bahaya Tersembunyi Salmon Asap yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Risiko salmon asap: kontaminasi bakteri, natrium tinggi, dan potensi senyawa berbahaya.
KamiBijak.com, Kuliner - Salmon dikenal sebagai salah satu jenis ikan yang kaya nutrisi dan digemari karena manfaat kesehatannya, terutama berkat kandungan omega-3 yang tinggi. Ikan ini bisa diolah dengan berbagai cara—disajikan matang, disantap mentah seperti sashimi, hingga diolah menjadi salmon asap. Pada metode pengasapan, salmon diawetkan dengan garam kemudian diasapi untuk menghasilkan aroma, rasa, dan tekstur khas. Proses ini juga bertujuan mencegah pertumbuhan bakteri.
Namun, meski lezat dan populer, konsumsi salmon asap perlu dibatasi. Jika dikonsumsi berlebihan atau diolah dengan cara yang kurang tepat, makanan ini dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan.
Risiko Kesehatan dari Salmon Asap
Karena tidak melalui proses pemasakan seperti menggoreng atau merebus, salmon asap lebih rentan terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Menurut Food and Drug Administration (FDA), bakteri ini dapat menyebabkan infeksi serius bernama listeriosis. Pada kondisi parah, bakteri dapat menyebar ke aliran darah atau otak dan memicu sepsis, pneumonia, bahkan berujung kematian.
Gejala infeksinya meliputi demam, sakit otot, mual, muntah, diare, sakit kepala, leher kaku, dan gangguan keseimbangan. Kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia di atas 65 tahun, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah misalnya pasien kanker tidak dianjurkan mengonsumsi salmon asap langsung dari kemasan. Sebagai langkah aman, salmon harus dimasak hingga mencapai suhu minimal 74°C untuk memastikan bakterinya mati.
Ilustrasi Smoked Salmon. (Foto : Dok. Leah Maroney)
Adakah Risiko Kanker dari Salmon Asap?
Pengasapan yang tidak tepat dapat menghasilkan beberapa senyawa yang dianggap berpotensi karsinogenik, seperti:
- Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (PAH)
- Nitrosamin
- Amina heterosiklik
- Logam berat seperti arsenik dan cadmium
Meski begitu, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang benar-benar menunjukkan bahwa mengonsumsi salmon asap dapat langsung meningkatkan risiko kanker. Para pakar kesehatan tetap menyarankan agar makanan asap dikonsumsi sesekali dan tidak dalam jumlah berlebihan untuk menghindari paparan senyawa berbahaya secara berulang.
Apakah Salmon Asap Masih Aman Dimakan?
Salmon asap sebenarnya tetap aman dikonsumsi asal tidak berlebihan. Namun, beberapa hal penting perlu diperhatikan:
- Kandungan natriumnya cukup tinggi karena proses pengawetan menggunakan garam sehingga tidak ideal dikonsumsi setiap hari.
- Risiko kontaminasi Listeria lebih tinggi, terutama bagi kelompok rentan.
- Senyawa hasil pengasapan bisa berdampak jangka panjang, meski risikonya belum konklusif.
Salmon tetap menjadi sumber nutrisi yang baik, terutama berkat omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan otak. Kendati demikian, batasi porsinya, simpan dengan benar, dan pastikan proses pengolahan aman agar terhindar dari risiko bakteri.
Apabila setelah mengonsumsi salmon asap muncul gejala seperti demam, nyeri otot, atau gangguan pencernaan yang tidak biasa, terutama jika Anda termasuk kelompok berisiko, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (Restu)
Sumber : CNN Indonesia
Video Terbaru
MOST VIEWED
