KamiBijak.com, Berita - Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat program kesejahteraan dan perlindungan sosial sebagai fondasi utama untuk pembangunan yang berkeadilan dan inklusif. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh warga, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, memperoleh perlindungan, kesempatan, dan akses layanan dasar yang setara.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025 Tingkat Kota Cirebon yang digelar di Dinas Sosial Kota Cirebon, Kamis (18/12/2025). Peringatan tahun ini berlangsung dengan mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas Menuju Indonesia Emas”, yang menekankan pentingnya pondasi kemanusiaan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia maju pada 2045.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan perihal pembangunan menuju Indonesia Emas hanya dapat dicapai apabila dilandasi oleh solidaritas sosial yang inklusif, tanpa adanya diskriminasi, serta menjunjung tinggi nilai keadilan bagi seluruh warga. Menurutnya, kemajuan ini tidak boleh meninggalkan siapa pun di belakang.
“Tantangan sosial yang kita hadapi saat ini semakin kompleks, mulai dari kemiskinan, kerentanan sosial, hingga ketimpangan akses terhadap layanan dasar. Kondisi ini menuntut kita untuk tidak hanya mengandalkan bantuan sesaat, tetapi melakukan transformasi sistem sosial yang memperkuat kemandirian warga,” ujar Wakil Wali Kota.
Dalam konteks Hari Disabilitas Internasional, Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa keberpihakan kepada penyandang disabilitas tidak cukup hanya berhenti pada bantuan fisik semata, melainkan harus berorientasi pada pemenuhan hak asasi. Ia mengakui masih adanya tantangan aksesibilitas, baik pada infrastruktur kota maupun stigma sosial yang membatasi ruang partisipasi penyandang disabilitas.
“Penyandang disabilitas bukanlah beban sosial, melainkan subjek pembangunan yang memiliki potensi besar. Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem yang ramah disabilitas melalui pendidikan inklusif, layanan kesehatan yang responsif, serta peluang kerja yang setara,” katanya.
Melalui momentum peringatan HKSN dan HDI ini, besar harapan Pemerintah Kota Cirebon agar semangat solidaritas tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus terimplementasi dalam kebijakan dan tindakan nyata.
"Dengan kolaborasi yang kuat dan kepedulian bersama, Kota Cirebon optimistis dapat membangun masyarakat yang inklusif, berdaya, dan sejahtera menuju Indonesia Emas," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Cirebon, Santi Rahayu, menjelaskan melalui Sekretaris Dinas Sosial Kota Cirebon, Herlina, bahwa peringatan HKSN dan HDI tahun ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang juga melibatkan jejaring sosial dan mitra pemerintah. Kegiatan tersebut mencerminkan semangat kesetiakawanan yang tumbuh dari masyarakat.
“Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya bakti sosial dan aksi kesetiakawanan, penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat rentan dan penyandang disabilitas, pameran karya jejaring Dinas Sosial, kegiatan e-sport bagi Karang Taruna, hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan,” ujar Herlina.
Ia menambahkan lebih lanjut, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, seperti Tagana, TKSK, PSM, pendamping PKH, dan Karang Taruna, sebagai bentuk sinergi nyata di lapangan.
"Partisipasi aktif seluruh mitra menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan program sosial di Kota Cirebon," ucapnya. (Irene)
Sumber: rri.co.id
