KamiBijak.com, Hiburan – Setelah berhasil menuntaskan jenjang pendidikan tinggi di Amerika Serikat, Panji Surya Putra Sahetapy mendulang deretan pencapaian yang sangat membanggakan. Putra dari penyanyi legendaris Dewi Yull dan almarhum aktor Ray Sahetapy ini membuktikan bahwa keterbatasan pendengaran bukanlah penghalang untuk berkarier gemilang di tingkat internasional. Kini, Surya sukses meniti karier profesional sebagai dosen di bidang Pendidikan Tuli di Rochester Institute of Technology (RIT), New York, Amerika Serikat.
Keberhasilannya mengajar di luar negeri diraih melalui dedikasi akademik yang amat tinggi. Surya menuntaskan gelar Magister (Master of Science in Secondary Education for Deaf and Hard of Hearing Students) di RIT pada 2023 berkat Beasiswa Penuh Sasakawa-De Caro dari Nippon Foundation. Tak hanya itu, ia mendulang tiga penghargaan lulusan terbaik sekaligus, meliputi International Student Outstanding Service Award, The Outstanding Graduating Student Award, serta NTID Graduate College Delegate.
Profesi Dosen dan Kiprah Akademis di Universitas Dunia
Di Amerika Serikat, Surya dipercaya mendidik para calon guru yang dipersiapkan untuk mengajar siswa Tuli. Mata kuliah yang diampunya mencakup Linguistik Bahasa Isyarat Amerika (ASL) ke Bahasa Inggris, Sejarah Tuli, hingga Keragaman Pendidikan. Selain mengajar secara tetap di RIT, Surya juga diundang menjadi dosen tamu di Pusat Studi Bahasa Universitas Brown untuk memaparkan pentingnya inklusivitas dan keterlibatan komunitas disabilitas dalam kebijakan publik.
Pengalaman akademis tersebut makin memperkuat perannya sebagai pendidik yang memperjuangkan kesetaraan akses bahasa bagi masyarakat Tuli di Indonesia maupun dunia.
Tahun ini saya menjadi dosen, dan ini adalah tahun kedua saya mengajar di jurusan Pendidikan Tuli. Saya mengajarkan tiga mata kuliah yang meliputi Linguistik Bahasa Isyarat Amerika ke Bahasa Inggris, sejarah Tuli, serta keragaman pendidikan,
pamer Surya Sahetapy dalam keterangannya.
Perwakilan Diplomasi Internasional dan Aktivisme Inklusi
Jauh sebelum menjabat sebagai akademisi di Amerika Serikat, Surya telah mencetak berbagai prestasi internasional yang mengharumkan nama bangsa. Pada 2013, ia meraih juara ketiga dalam ajang Global IT for Youth with Disabilities di Bangkok, Thailand. Ia juga pernah menjadi perwakilan Indonesia saat berkunjung ke markas NASA di AS, serta secara khusus diundang oleh Ratu Elizabeth II ke Inggris pada 2014 untuk menghadiri perayaan kesetaraan manusia.
Baca juga:
Mengenal Surya Sahetapy, Tokoh dan Aktivis Tuli Putra Dewi Yull yang Menginspirasi
Di dalam negeri, Surya sempat menjalani magang di Balai Kota DKI Jakarta pada 2015 dan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk bergabung ke dalam staf khusus kepresidenan pada 2018. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan Yayasan Handai Tuli serta aktif mengembangkan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) di berbagai kota.
Kami mendirikan yayasan untuk memajukan kesetaraan di antara masyarakat Tuli sebagai disabilitas linguistik-budaya dan masyarakat dengar di Indonesia,
tegas Surya mengenai misi sosial yang diusungnya.
Kiprah Seni dalam Filmografi dan Media Digital
Selain aktif di dunia akademik dan pergerakan sosial, Surya juga menyalurkan bakat seni peran serta kontribusinya di industri kreatif Tanah Air. Ia terlibat langsung dalam produksi film layar lebar Sebuah Lagu Untuk Tuhan (2015) dan Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara (2016). Keterlibatannya dalam film tersebut turut mendorong hadirnya akses teks Bahasa Indonesia (subtitle) bagi penonton Tuli di bioskop nasional.
Tak berhenti di situ, Surya juga membintangi serial web bertajuk Indonesia Biner (2022) serta terus memanfaatkan media sosialnya untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai budaya Tuli.
Ayo belajar bahasa isyarat! Sebab bahasa isyarat bermanfaat untuk semuanya, bisa memberikan warna kehidupan baru. Carilah kesempatan dari pintu-pintu yang terbuka,
pesan Surya menginspirasi.
Perjalanan karier mentereng dan deretan karya Surya Sahetapy menjadi bukti nyata bahwa kesetaraan akses dan kerja keras mampu membawa anak bangsa berprestasi di panggung dunia. (Fania/Magang)
Sumber: Grid.id
