KamiBijak.com, Hiburan - Tak banyak atlet yang pernah meraih kesuksesan berhasil melanjutkan kejayaan ketika beralih profesi sebagai seorang pelatih. Satu dari sedikit nama itu adalah Setiyo Budi Hartanto. Ia berhasil menularkan tinta emas yang pernah ia ukir untuk membantu atlet para atletik berprestasi di ASEAN Para Games 2025.
Para atletik menjadi mesin pencetak medali bagi kontingen Indonesia di Thailand. Dari yang awalnya ditargetkan meraih 25 emas, 30 perak dan 23 perunggu, tim para atletik Indonesia berhasil mendapatkan 44 emas, 38 perak serta 23 perunggu.
Perjuangan para atlet layak untuk diapresiasi. Kedisiplinan dan kerja keras yang dilakukan selama masa persiapan pada akhirnya berbuah prestasi yang mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Selain para atlet, sosok-sosok dibalik layar juga tak kalah penting. Tim para atletik Indonesia memiliki sederet pelatih yang berhasil memoles para atlet untuk siap bersaing di level internasional.
Salah satu nama tersebut adalah Setiyo Budi Hartanto. Pengalaman yang panjang semasa menjadi atlet, ditambah metode latihan adaptif, pelatih spesialis nomor lari dan lompat ini berhasil mengantarkan anak asuhnya tampil impresif.
Profil Pelatih Atletik Setiyo Budi Hartanto. (Foto: dok. NPCI)
Setiyo tercatat mendampingi beberapa atlet di lintas nomor. Selain lari, ia juga mengasuh atlet-atlet dari sektor lompat jauh dan lompat tinggi. Catatan yang dihasilkan anak didiknya cukup mengesankan. Mereka menjadi tulang punggung cabor para atletik yang sukses menyumbang medali terbanyak untuk Indonesia.
Di antara atlet yang mampu mempersembahkan capaian mentereng di cabor ini yakni Nur Ferry Pradana. Lelaki kelahiran 7 Desember 1995 itu sukses merebut tiga emas di ASEAN Para Games ke-13 ini dari nomor lari 100 meter putra T47, 200 meter putra T47, dan 400 meter putra T47.
Selanjutnya, ada Alfin Nomleni yang juga menghasilkan tiga emas dari nomor 400 meter putra T20, 800 meter putra T20, serta 1.500 meter putra T20.
Adapun untuk sektor putri, Helin Wardina sukses mendulang dua emas dari nomor lari 100 meter putri T64 dan 200 meter putri T64. Selain itu, masih ada pula anak didik Setiyo lainnya yang sukses menghasilkan emas.
Tangan dingin Setiyo dalam mengasah potensi anak didiknya memang tak perlu diragukan lagi. Saat masih menjadi atlet, ia sudah mengikuti ajang ASEAN Para Games pada edisi ketiga yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 2005. Sejak saat itu, ia selalu konsisten mempersembahkan medali.
Kiprahnya juga tak hanya harum di regional Asia Tenggara. Sebab, ia juga selalu menjadi bagian dari kontingen Indonesia ketika menghadapi Asian Para Games. Tidak hanya itu, lelaki kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, ini juga sudah tiga kali berlaga di level Paralimpiade, yakni pada edisi 2012 (London), 2016 (Rio de Janeiro), hingga 2021 (Tokyo).
Saat terakhir kali mengikuti ASEAN Para Games 2022 di Solo, Setiyo akhirnya menyatakan untuk pensiun. Ketika itu, dia sukses menutup perjalanan kariernya sebagai atlet dengan indah karena masih berhasil mendapatkan dua medali emas.
Setelah beralih karir menjadi pelatih, Setyo juga menerapkan pendekatan baru untuk membina atlet-atletnya. Satu hal yang selalu dia lakukan adalah mengamati atlet-atlet dari negara lainnya. Dari sana, ia mempelajari berbagai metode latihan yang efektif. (Irene)
Sumber: Press Release NPCI
