Travel

Cuaca Buruk! Pelabuhan Labuan Bajo Ditutup Sementara Kapal Wisata hingga 20 Januari

Cuaca ekstrem membuat Pelabuhan Labuan Bajo menutup layanan kapal wisata dan speed boat demi keselamatan pelayaran.

KamiBijak.com, Travel - Cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia turut berdampak pada aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Demi menjaga keselamatan pelayaran, Pelabuhan Labuan Bajo menutup sementara seluruh layanan kapal wisata. Informasi ini tertuang dalam surat edaran yang beredar dan diunggah oleh sejumlah agen perjalanan wisata di Labuan Bajo.

Surat edaran bernomor 06/MP-I/2026 tentang Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem tersebut ditandatangani oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo. Dalam edaran itu disebutkan bahwa penutupan layanan kapal wisata mulai berlaku sejak 14 Januari hingga 20 Januari 2026. Kebijakan ini mencakup seluruh kapal wisata, termasuk layanan speed boat.

Pihak pelabuhan juga menyampaikan bahwa masa penutupan berpotensi diperpanjang apabila kondisi cuaca belum menunjukkan perbaikan. Perpanjangan akan mengacu pada informasi dan prakiraan cuaca maritim yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Informasi terkait penutupan pelabuhan labuan bajo (foto : detik)

Dalam surat edaran tersebut, terdapat empat poin penting yang menjadi perhatian bagi para nakhoda kapal. Pertama, nakhoda diminta memastikan kelaiklautan kapal serta segera mencari perlindungan apabila terjadi cuaca buruk di perairan Labuan Bajo.

Poin kedua menekankan pentingnya koordinasi antarkapal wisata apabila terdapat potensi bahaya cuaca di wilayah perairan sekitar. Selanjutnya, kapal-kapal yang sedang beroperasi atau berada di perairan diminta menyesuaikan aktivitas pelayanan, termasuk berlabuh atau melakukan mooring di area yang aman dari gelombang tinggi dan arus kuat, dengan mesin kapal dalam kondisi siaga.

Pada poin terakhir, nakhoda kapal wisata diimbau untuk terus berkoordinasi dengan pihak syahbandar dan Basarnas apabila kondisi cuaca semakin memburuk. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko dan untuk memastikan keselamatan seluruh awak kapal serta wisatawan selama cuaca ekstrem masih berlangsung. (Keisha/MG)

Sumber : Detik