KamiBijak.com, Hiburan - Kegiatan sosial yang dilakukan bersama anak-anak disabilitas memberikan pengalaman berharga bagi para relawan. Banyak dari mereka yang pada awalnya ragu, namun akhirnya justru mendapatkan pelajaran hidup setelah mengenal anak-anak berkebutuhan khusus.
Relawan dari komunitas Hands of Humanity, Azkia Nala, mengaku sempat memiliki rasa takut ketika pertama kali berinteraksi dengan anak disabilitas. Namun seiring berjalannya waktu, pandangannya berubah setelah melihat ketulusan mereka.
“Awalnya saya sempat takut karena merasa mereka berbeda dengan kita. Tapi setelah mengenal mereka lebih dekat, saya justru menemukan ketulusan yang luar biasa dari mereka,” kata Nala.
Ia juga mengingat salah satu pengalaman yang menurutnya sangat menyentuh saat bertemu dengan anak tunanetra. Baginya, ucapan sederhana dari anak tersebut membuat para relawan semakin termotivasi untuk terus berbagi.
“Dia pernah bilang meskipun tidak bisa melihat kami, dia yakin kami adalah orang baik. Bahkan dia berharap suatu hari bisa bertemu lagi dengan kami di akhirat,” ujar Nala.
Selain melakukan kegiatan berupa kunjungan sosial, komunitas ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi relawan. Para peserta biasanya akan mendapatkan pengenalan dasar mengenai dunia disabilitas sebelum terlibat langsung dalam kegiatan.
Menurut Rostamiaji, kegiatan tersebut bisa sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar dapat lebih memahami anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kami ingin masyarakat tidak lagi membuat jarak dengan anak disabilitas. Justru kita perlu hadir sebagai teman yang mendukung mereka,” kata Rostamiaji.
Melalui berbagai kegiatan yang dijalankan, komunitas berharap kedepannya akan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya inklusi sosial. Anak-anak disabilitas pun diharapkan juga dapat memperoleh perhatian dan kesempatan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. (Irene)
Sumber: rri.co.id
