KamiBijak.com, Hiburan – Industri hiburan global sering kali menghadirkan berbagai tantangan aksesibilitas bagi para aktor berkebutuhan khusus. Namun, Marlee Matlin berhasil mematahkan batasan tersebut dan mengukir sejarah mendunia. Lahir di Illinois, Amerika Serikat pada 24 Agustus 1965, Matlin mengalami penurunan fungsi pendengaran hingga menjadi Tuli sejak berusia 18 bulan. Keterbatasan tersebut tidak pernah menyurutkan langkahnya untuk menekuni seni peran sejak usia tujuh tahun melalui panggung teater anak-anak International Center on Deafness and the Arts (ICODA).
Bakat serta ketekunannya membuka jalan menuju panggung perfilman profesional, hingga akhirnya ia dipercaya membintangi film Children of a Lesser God (1986). Lewat perannya sebagai Sarah Norman, Matlin mengukir sejarah besar di panggung Academy Awards ke-59 pada tahun 1987. Di usia yang baru menginjak 21 tahun, ia resmi menjadi peraih Piala Oscar kategori Aktris Terbaik termuda sepanjang sejarah, sekaligus aktor Tuli pertama yang meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Gebrakan Karier di Dunia Akting dan Televisi
Keberhasilan di panggung Oscar menjadi pijakan utama bagi Matlin untuk terus berkarya secara konsisten di industri layar kaca. Ia sukses membintangi berbagai serial populer seperti Reasonable Doubts, Seinfeld, The West Wing, Switched at Birth, hingga serial drama Quantico. Ketangguhannya berakting terbukti lewat raihan empat nominasi Primetime Emmy Awards serta penghargaan di Hollywood Walk of Fame pada tahun 2009.
Marlee Matlin saat menyampaikan pidato di Maiersdorf Conference Center, Universitas Ibrani Yerusalem pada Juni 2017. (Foto: Wkipedia)
Puncak kebangkitan karier perfilmannya kembali terulang saat ia membintangi film CODA (2021) yang berhasil memenangkan kategori Best Picture di ajang Academy Awards 2022 serta memborong penghargaan di SAG Awards. Selain berakting, Matlin meluaskan karyanya dengan menerbitkan novel autobiografi I'll Scream Later serta merambah dunia sutradara lewat serial Accused.
Baca juga:
Temple Grandin Ilmuwan Autisme yang Mengubah Industri Peternakan Dunia
Perjuangan Advokasi Aksesibilitas dan Hak Disabilitas
Di luar layar lebar, Marlee Matlin dikenal sebagai aktivis gigih yang memperjuangkan aksesibilitas teknologi dan hukum bagi komunitas Tuli. Pada tahun 1990, ia bersaksi di hadapan Senat Amerika Serikat untuk mendorong pengesahan undang-undang kewajiban fitur closed-captioning (teks terjemahan) pada seluruh perangkat televisi baru.
Tujuan dari komite dan gerakan ini adalah untuk mengakui bahwa satu kebijakan telah berhasil, sementara yang lain membutuhkan panduan untuk diperbaiki agar semua orang memiliki akses yang setara,
tegas Marlee Matlin dalam salah satu aksi advokasinya.
Ia juga bekerja sama dengan National Association of the Deaf (NAD) untuk mendesak platform streaming digital menghadirkan teks terjemahan yang akurat. Sebagai duta ACLU untuk Hak Disabilitas, Matlin aktif memperjuangkan kemudahan komunikasi antara aparat penegak hukum dan komunitas Tuli, serta mewajibkan kehadiran penerjemah bahasa isyarat di setiap konferensi pers resmi.
Sering kali orang bertanya bagaimana saya bisa mengerti percakapan mereka, dan saya hanya tersenyum mengingatkan bahwa media komunikasi dan empati adalah kunci utama untuk saling memahami,
ujar Marlee Matlin mengenai pentingnya aksesibilitas.
Perjalanan hidup dan karya Marlee Matlin menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi sekaligus menjadi pelopor perubahan inklusif bagi dunia. (Fania/Magang)
Sumber: PBS American Masters
