KamiBijak.com, Hiburan – Indera pendengaran memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang aktivitas komunikasi serta interaksi sosial sehari-hari. Ketika seseorang mengalami penurunan fungsi pendengaran atau tuli, penggunaan alat bantu dengar menjadi salah satu solusi medis yang disarankan oleh dokter maupun audiolog. Perangkat elektronik ini bekerja memperkuat penerimaan gelombang suara dan meminimalkan kebisingan latar agar pengguna dapat mendengar dengan jauh lebih jernih.
Prinsip kerja alat ini melibatkan tiga komponen utama, yaitu mikrofon untuk menangkap suara, amplifier untuk meningkatkan kekuatan sinyal, serta speaker untuk menyalurkan suara ke telinga. Berdasarkan teknologi sinyalnya, alat bantu dengar dibedakan menjadi tipe analog yang memperkuat gelombang suara secara konstan, serta tipe digital yang menggunakan chip komputer untuk menganalisis suara lingkungan secara otomatis dan mendukung koneksi Bluetooth.
Alat bantu dengar digital dapat secara otomatis menyesuaikan diri dengan lingkungan Anda, dan dapat diprogram untuk memenuhi kebutuhan pribadi Anda,
terang dr. Julie Prutsman.
Baca juga:
Ragam Jenis Alat Bantu Dengar Berdasarkan Bentuk dan Penempatan
Untuk memilih perangkat yang pas, calon pengguna perlu mengetahui berbagai jenis alat bantu dengar yang tersedia di pasaran sesuai kebutuhan dan tingkat gangguan pendengaran:
- Alat di Belakang Telinga (Behind the Ear / BTE): Dipasang mengait di bagian atas dan belakang cuping telinga. Perangkat ini dihubungkan ke liang telinga melalui tabung kecil (earmold). Jenis BTE cocok untuk semua tingkatan gangguan pendengaran serta aman digunakan oleh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
- Alat di Dalam Telinga (In the Ear / ITE): Dirancang pas di dalam lekukan cuping telinga luar, baik sebagian maupun seluruhnya. Perangkat ini memiliki ukuran baterai yang lebih besar dan tombol pengatur volume, namun kurang direkomendasikan bagi anak-anak karena bentuk telinga mereka yang terus berubah.
- Alat di Dalam Liang Telinga (In the Canal / ITC): Dibuat secara khusus sesuai pesanan untuk mengisi sebagian liang telinga. Perangkat ini cocok untuk gangguan pendengaran tingkat ringan hingga sedang pada orang dewasa karena bentuknya yang lebih samar dan tidak mencolok.
- Alat Sepenuhnya di Dalam Liang Telinga (Completely in the Canal / CIC): Merupakan jenis terkecil yang dimasukkan seluruhnya ke dalam liang telinga. Tipe CIC sangat tersembunyi, namun menggunakan baterai yang lebih kecil serta rentan tersumbat oleh kotoran telinga.
- Speaker di Dalam Liang Telinga (RIC/RITE): Mirip dengan BTE, namun menggunakan kabel tipis sebagai pengganti tabung plastik sehingga tampilannya jauh lebih tidak mencolok saat dikenakan.
- Implan Koklea (Cochlear Implant): Berbeda dari alat bantu biasa, implan koklea merupakan tindakan medis dengan menanam alat elektronik kecil di telinga dalam untuk merangsang saraf pendengaran secara langsung menuju otak, sangat bermanfaat bagi penderita tuli saraf berat.
Dokter atau audiolog akan merekomendasikan jenis alat bantu dengar yang paling tepat sesuai dengan usia, tingkat keparahan gangguan pendengaran, serta kenyamanan pengguna,
jelas dr. Marianti.
Pengguna baru disarankan untuk beradaptasi secara perlahan di ruangan yang tenang agar terbiasa dengan hasil suara alat bantu dengar tersebut. Konsultasi berkala ke dokter sangat penting dilakukan guna penyesuaian volume dan kenyamanan penggunaan jangka panjang. (Fania/Magang)
Sumber: Alodokter
