KamiBijak.com, Hiburan - Ajang ASEAN Para Games 2025 bakal menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet muda potensial yang akan mewakili kontingen Indonesia. Selain berburu prestasi, para pemuda ini menjadi bagian dari program regenerasi yang disiapkan untuk menjadi andalan di masa depan.
Dari cabor para angkat berat, Delima Yunia Susanti siap memaksimalkan kesempatan bertanding di ASEAN Para Games 2025. Meski berstatus sebagai salah satu atlet termuda, ia berani mematok target yang ambisius untuk mempersembahkan prestasi membanggakan.
Kejuaraan pertamanya ialah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2022. Setelah itu, ia mewakili Jawa Barat di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024. Setelah meraih medali perak di ajang itu, bakatnya kemudian terpantau oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia).
Meski berangkat dengan sederet pencapaian yang istimewa, perempuan yang akrab disapa Adel ini tetap harus bergulat dengan rasa tegang sepanjang masa persiapan. Namun, Adel berusaha untuk tetap profesional menjalani latihan demi meraih prestasi terbaik.
“Sejujurnya, ASEAN Para Games 2025 ini lebih menegangkan dibandingkan kejuaraan-kejuaraan sebelumnya, karena selama masa persiapan, benar-benar dibutuhkan proses dan tenaga yang besar,” ujar Adel.
Delima Yunia Susanti, atlet cabor para angkat berat. (foto: dok. NPCI)
Terlepas dari tantangan berat yang bakal dihadapi selama ajang yang berlangsung di Nakhon Ratchasima ini, Adel tetap membidik target yang ambisius. Dia ingin mempersembahkan medali emas untuk mengharumkan bangsa dan negara.
“Doakan kami supaya para atlet di cabang olahraga angkat berat bisa mendapatkan medali emas dan impiannya bisa tercapai. Kalau target pribadi, inginnya sih meraih emas,” pungkas perempuan yang menempuh pendidikan di SMP 1 Pasundan itu.
Sementara itu, atlet muda lainnya yang juga mendapatkan kesempatan untuk berburu pengalaman di ajang ini ialah Siti Aisyah. Dia menjadi salah satu atlet potensial di cabor para renang karena memiliki rekam jejak yang sangat impresif di usia muda.
Perempuan kelahiran 1 September 2010 itu sebelumnya berhasil mempersembahkan empat medali emas untuk Indonesia di ajang Asian Youth Para Games (AYPG) 2025.
Bagi Aisyah, kesempatan mewakili Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2025 menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab, di usia yang masih sangat muda, dia memperoleh kepercayaan untuk bersaing dengan atlet-atlet yang lebih senior di kejuaraan ini.
“Selama masa persiapan, saya berlatih setiap hari. Selain itu, gizi juga harus dijaga. Saya merasa sangat siap untuk melawan teman-teman di sana. Di Dubai kemarin saya mendapatkan empat emas. Bismillah, semoga saya bisa mendapatkan emas di ASEAN Para Games 2025,” kata Aisyah.
Siti Aisyah, atlet cabor para renang. (foto: dok. NPCI)
Atlet asal Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, itu nantinya akan mengikuti lima nomor di cabor para renang, yakni 100 meter gaya bebas, 200 meter gaya bebas, 100 meter gaya punggung, 200 meter gaya punggung, serta 200 meter gaya ganti.
Menghadapi tantangan yang telah tersaji di depan mata, ia telah mengantongi peta persaingan yang bakal dihadapinya di ajang multievent ini. Menurut dia, atlet-atlet tuan rumah berpotensi menjadi kompetitor terberatnya untuk menjadi yang terbaik.
“Saya rasa, pesaing terberat yang akan dihadapi tentu adalah tuan rumah, karena kalau menghadapi negara-negara lain, saya masih merasa yakin bisa mengalahkan mereka,” kata Aisyah. (Irene)
Sumber: Press Release NPCI
