KamiBijak.com, Berita - Hujan deras yang turun di kota Nagoya tak lantas menyurutkan semangat atlet-atlet para bulu tangkis Indonesia dalam usahanya meraih prestasi di Asian Para Games 2026. 15 atlet andalan Merah Putih ini justru langsung mempersiapkan diri dengan berlatih di Ichinomiya City Municipal Gymnasium.
Salah satu persiapan penting yang perlu dilakukan agar dapat memenuhi target 10 medali berupa 2 emas, 2 perak, dan 6 perunggu adalah melakukan adaptasi venue. Koordinator Pelatih Para Bulu Tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, mengatakan para atlet saat ini tengah menjalani sesi latihan dengan maksimal.
Alhamdulillah kita sudah sampai dan kondisi atlet sehat semua. Dua kali kesempatan latihan sudah kita manfaatkan sejak hari pertama,
ujar Jarot di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Rabu (14/10/2026).
Jarot juga memaparkan kondisi para atlet saat ini dalam keadaan sehat meski sebelumnya menempuh perjalanan udara dari Kota Solo ke Nagoya, serta tahap pengurusan akomodasi yang memakan waktu.
Baca juga:
Progres Positif Menuju Asian Para Games 2026, Indonesia Optimistis Masuk 10 Besar
“Dengan perjalanan yang ada, mereka sehat, semuanya oke. Tadi dengan semangatnya kita berangkat untuk latihan, dan kebetulan lapangannya juga enak,” ungkap dia.
Jarot menambahkan, kendala tim yang saat ini berada di Jepang hanya soal jarak dari penginapan ke area pertandingan. Sebagai informasi, tempat penginapan bagi setiap cabang olahraga dari semua negara ditentukan oleh pihak panitia Asian Para Games 2026.
Hanya jarak hotel ke venue saja yang di sini agak jauh, memakan waktu perjalanan 45 menit, tetapi aman semua. Makanan dan lain-lain kami jaga sedemikian rupa,
beber dia.
Ganda Campuran dan Ganda Putri Masih Jadi Andalan
Tim ganda campuran dan ganda putri sedang berlatih. (Foto: dok. NPCI)
Di sisi lain, Jarot juga membahas soal target tim secara gamblang dalam Asian Para Games 2026 ini. Di Asian Para Games 2023 di Hangzhou, Cina, sebelumnya Indonesia sukses membawa 12 medali.
Target kami ada 2 emas, 2 perak, dan 6 perunggu,
tegasnya.
Baca juga:
Leani Ratri Pimpin Dominasi Indonesia di Kejuaraan Para Bulu Tangkis Eropa 2026
Jarot menjelaskan ganda campuran dan ganda putri saat ini menjadi tumpuan utama harapan tim. "Peluang kami masih di nomor utama kami, yaitu mixed double, kemudian juga di ganda putri," ujar Jarot.
Selain itu, ada juga nomor yang diam-diam menjadi unggulan, yaitu kelas ganda putra baru yang untuk pertama kalinya akan dipertandingkan di Asian Para Games. Nomor baru ini menggunakan klasifikasi SL3-SL5, dari semua klasifikasi SL3-SU4.
Kelas baru ini kebetulan dari empat kali try out, kita mendapatkan medali emas. Jadi harapan kami masih bisa bertahan sampai di sini,
beber dia.
Persaingan Merata Tanpa Dominasi Satu Negara
Suasana latihan para bulu tangkis Indonesia di Nagoya. (Foto: dok. NPCI)
Untuk kondisi tim secara keseluruhan, Jarot menilai persaingan kali ini akan merata tanpa dominasi satu negara. Peta persaingannya kurang lebih sama dengan Asian Para Games 2023 sebelumnya di Hangzhou.
Kurang lebih sama. Ada 6 kategori di sini, putra-putri, berarti 12 nomor tunggal. Itu pun persaingannya merata. Tidak ada dominasi satu negara untuk seluruh nomor,
ungkapnya.
Meski demikian, ada dua negara yang paling diwaspadai, yakni India dan Malaysia. Namun, ia mengaku tetap optimis timnya akan bisa membawa pulang medali.
Baca juga:
Boccia Indonesia Matangkan Persiapkan, Optimistis Mampu Amankan Medali Emas
Biasanya dari India dan Malaysia. Mereka kuat di nomor-nomor unggulan kami. Itu pesaing utama kami di situ,
terang Jarot.
Subhan Targetkan Medali Emas
Atlet para bulu tangkis Indonesia, Subhan. (Foto: dok. NPCI)
Salah satu atlet para bulu tangkis Indonesia, Subhan, menyebutkan persiapannya saat ini sudah matang di Asian Para Games 2026.
Pada ajang sebelumnya yaitu Asian Para Games 2022, Subhan telah berhasil membawa pulang 2 medali di kategori SH6, yakni emas dan perunggu.
Persiapan ini cukup lama, 90 persen persiapannya sudah cukup,
kata atlet klasifikasi short stature tersebut.
Subhan menilai, kunci utama menjelang bertanding adalah menjaga kebugaran dan beradaptasi secara cepat dengan cuaca sekitar. Ia juga mengaku puas dengan kondisi lapangan yang stabil dan tidak licin.
Baca juga:
Ivan Gunawan Terpilih Desain Seragam Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026
“Persiapannya untuk menjaga badan biar tetap fresh, menstabilkan diri dengan cuaca di sini, karena cuacanya beda,” ungkapnya.
Subhan telah memetakan siapa yang akan menjadi lawan terberatnya di Asian Para Games 2026 ini, menurutnya komposisinya tak berubah.
Peta persaingannya nggak berubah. Yang terberat ya cuma Cina, nggak ada yang lain,
tegasnya.
Subhan menilai, peluang kemungkinan untuk bertemu lagi dengan rival lamanya sangat besar. Dia sudah memperkirakan kedua pihak sama-sama sudah berbenah.
Kemungkinan terbesar bisa ketemu lagi. Kita sama saja, cuma pasti ada perubahan sedikit, entah dari kita atau lawannya, pasti ada perubahan,
katanya.
Sayangnya, kali ini perjalanan Subhan ke Jepang kurang lengkap tanpa didampingi keluarga. Meski begitu, dukungan penuh dari rumah tetap mengalir untuknya.
“Keluarga cuma mendoakan yang terbaik untuk kita yang di sini, semua untuk berjuang,” imbuh Subhan.
Subhan sudah berjanji, apabila ia berhasil kembali meraih emas, maka medali tersebut akan ia persembahkan untuk Sang Ibu.
Buat Mama, saya mau berangkatkan Mama naik haji, sudah niatnya begitu,
tutupnya.
(Irene)
Sumber: Press Release NPCI
