Berita

Pelaksanaan Workshop CRC dan CRPD, Dorong Orang Muda Disabilitas Berani Bersuara

Rumah Literasi Indonesia menggelar workshop yang semakin mendorong orang muda disabilitas untuk berani berpendapat.

KamiBijak.com, Berita - Rumah Literasi Indonesia baru saja menggelar Workshop CRC, CRPD, dan Kesadaran terhadap Diskriminasi Berbasis Stigma di Aula STIKOM Banyuwangi pada Minggu, 11 Oktober 2026. Workshop ini dilaksanakan melalui Proyek BEST-MYP. Tujuan dari kegiatan yang diikuti oleh 30 orang muda dengan disabilitas ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai hak, mengenali diskriminasi, serta memperkuat keberanian untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi.

Workshop tersebut mendapat dukungan penuh dari Liliane Fonds dan NLR Indonesia. Materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut mencakup CRC atau Konvensi Hak Anak dan CRPD atau Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, termasuk dengan pentingnya kemampuan memahami hak serta mengenali stigma yang nantinya dapat menghambat partisipasi orang muda dengan disabilitas dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, setiap peserta diajak lebih dalam memahami bahwa pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan sebuah tanggung jawab yang harus ditanggung bersama. Peranan keluarga, komunitas, lembaga pendidikan, dan pemerintah dinilai sangat penting dan punya porsi yang setara dalam memastikan orang muda dengan disabilitas dalam memperoleh kesempatan yang setara untuk bisa menyampaikan pendapat, berpartisipasi, dan menentukan pilihan dalam kehidupannya.

Baca juga:
RBKI dan Difapreneur Adakan Literasi Keuangan Inklusif untuk Teman Tuli dan Disabilitas Fisik

Project Officer BEST-MYP Banyuwangi, Anisa Rahmawati, menjelaskan bahwa komunitas orang muda dengan disabilitas sangat perlu mendapat ruang untuk dapat menyuarakan kebutuhan dan memperjuangkan pemenuhan hak mereka.

Komunitas Orang Muda Disabilitas sudah lahir, saatnya memberi kesempatan mereka untuk menyuarakan pentingnya pemenuhan hak penyandang disabilitas, baik kepada pemerintah maupun lingkungan sekitarnya,

ucap Anisa Rahmawati.

Menurut penilaian Anisa, terbentuknya sebuah komunitas perlu diikuti dengan kesempatan untuk berpartisipasi secara nyata. Aspirasi orang muda dengan disabilitas perlu lebih didengar dan dipertimbangkan dalam setiap perencanaan kegiatan, penyusunan kebijakan, serta berbagai upaya membangun lingkungan yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.

Pemahaman yang lebih mendalam terhadap CRC dan CRPD juga diharapkan bisa membantu peserta mengenali hak-hak mereka sekaligus memahami berbagai bentuk stigma yang kemudian dapat membatasi kesempatan untuk bisa berkembang. Dengan bekal yang ada, orang muda dengan disabilitas diharapkan dapat semakin percaya diri dalam menyampaikan setiap pendapat dan terlibat dalam berbagai kegiatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Rumah Literasi Indonesia sendiri berharap melalui workshop ini, menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas orang muda dengan disabilitas juga sekaligus meningkatkan dukungan yang datang dari keluarga, komunitas, dan pemangku kepentingan.

Keterlibatan dari berbagai pihak juga diharapkan dapat terus membuka ruang partisipasi yang lebih luas lagi sehingga semakin banyak orang muda dengan disabilitas akan memiliki kesempatan yang setara dalam berkontribusi dan mendorong perubahan di lingkungannya.

(Irene)

Sumber: rri.co.id

Irene Nathania Setyanto
Content writer dengan fokus pada isu disabilitas, tips kesehatan, dan berita terkini. Mengutamakan akurasi, sudut pandang yang relevan, serta gaya penulisan yang ringan agar informasi dapat dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan. Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara.