Keren! Karya Ecoprint Siswa Disabilitas Bali Laku Ratusan Ribu Rupiah
Karya ecoprint siswa disabilitas Denpasar dipamerkan, bernilai jual tinggi dan inspiratif.
KamiBijak.com, Berita - Beragam karya kreatif hasil tangan siswa disabilitas tampil memukau dalam ajang Indonesia Cinta Disabilitas ke-4 yang digelar di Denpasar, Bali. Pameran ini menampilkan berbagai produk, mulai dari busana, tas, lukisan, hingga dupa, yang seluruhnya dibuat dengan penuh ketekunan dan kreativitas.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah SLB Negeri 3 Denpasar. Sekolah ini memamerkan produk berbahan kain ecoprint, seperti pakaian, tas, dan dompet, yang dihasilkan oleh sepuluh siswa penyandang disabilitas intelektual dan pendengaran dengan pendampingan para guru.
Guru SLB Negeri 3 Denpasar, Anisa Putri Utami, menjelaskan bahwa seluruh proses pembuatan karya melibatkan siswa secara bertahap. Anak-anak diajak mengenal proses dari awal, mulai dari menjemur kain, mengumpulkan daun, hingga menghasilkan motif ecoprint yang unik.
Pemilihan teknik ecoprint bukan tanpa alasan. Menurut Anisa, lingkungan sekolah menyediakan banyak daun yang bisa dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Selain ramah lingkungan, ecoprint juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Produk yang dihasilkan dipasarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp65 ribu hingga Rp700 ribu, tergantung jenis dan tingkat kerumitan.
Meski proses pembelajaran produksi ecoprint terbilang menantang, para guru tetap antusias mendampingi siswa. Semangat itu juga terlihat dari para siswi yang menunjukkan kegembiraan dan rasa bangga saat memamerkan hasil karya mereka kepada pengunjung.
(Foto: Karsiani Putri/detikBali)
Anisa mengakui kegiatan Indonesia Cinta Disabilitas sangat membantu pihak sekolah, terutama dalam hal promosi. Melalui acara ini, masyarakat bisa melihat langsung bahwa peserta didik berkebutuhan khusus mampu menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, menyampaikan bahwa Indonesia Cinta Disabilitas ke-4 merupakan bagian dari peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan. Acara ini dirancang sebagai ruang ekspresi dan apresiasi bagi penyandang disabilitas di Denpasar.
Tak hanya pameran, kegiatan ini juga diisi dengan fashion show dan pertunjukan musik. Para siswa SLB tampil percaya diri di atas panggung, bahkan mengenakan busana ecoprint hasil karya mereka sendiri. Penampilan tersebut sukses menginspirasi penonton yang hadir.
Menurut Laxmy, kebahagiaan dan kepercayaan diri para peserta membuat orang kerap lupa bahwa mereka adalah penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa ruang-ruang kreatif seperti ini sangat dibutuhkan agar penyandang disabilitas dapat terus berkarya dan menunjukkan potensi terbaiknya. (Restu)
Sumber : Detik News
Video Terbaru
MOST VIEWED
