Hiburan

5 Ketakutan Gen Z Saat Mulai Kerja yang Sering Terasa Sepele

Career anxiety sering dialami Gen Z saat mulai kerja, dari chat kantor hingga WiFi lemot.

KamiBijak.com, Hiburan - Pernah merasa sudah bekerja keras tetapi masih sering cemas memikirkan masa depan karier? Takut salah mengambil keputusan, khawatir tertinggal dari rekan kerja, atau merasa belum cukup meski sudah berusaha maksimal? Jika iya, kamu tidak sendirian.

Belakangan ini, fenomena career anxiety memang banyak dirasakan oleh Gen Z yang baru mulai masuk dunia kerja. Lingkungan kerja yang serba cepat, penuh tuntutan, dan kadang terasa tidak pasti membuat kecemasan itu muncul tanpa disadari. Bahkan, hal-hal kecil pun bisa ikut memicu rasa khawatir.

 

Secara sederhana, career anxiety merupakan rasa cemas berlebihan tentang masa depan karier. Bukan hanya gugup sebelum presentasi atau meeting, tetapi lebih ke overthinking yang terus muncul. Kamu mungkin sering bertanya-tanya apakah pilihan karier sudah tepat, apakah kemampuanmu cukup, atau apakah kamu akan tertinggal dari orang lain.

 

Berikut beberapa ketakutan yang sering dirasakan Gen Z saat mulai bekerja dan terasa sangat relate di kehidupan sehari-hari:

 

  • Takut saat di-mention di grup kantor

Pesan yang masuk ke grup kerja lalu di-mention bisa langsung memicu panik. Apalagi jika belum sempat membalas. Banyak yang khawatir dianggap tidak kompeten, tidak sigap, atau kurang peduli. Padahal, bisa saja rekan kerja hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk membalas.

 

  • Serba salah soal pulang tepat waktu

Istilah tenggo atau pulang tepat saat jam kerja selesai sering jadi dilema tersendiri. Ingin pulang tepat waktu karena sudah menyelesaikan tugas, tetapi takut dinilai kurang berdedikasi. Budaya kerja yang belum sepenuhnya menghargai batas waktu membuat banyak orang merasa tidak enak.

 

  • Kehilangan teman dekat di kantor

Saat teman sekantor yang biasa jadi tempat cerita tiba-tiba resign, rasanya seperti kehilangan support system. Adaptasi kembali terasa berat karena harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan yang berubah.

 

  • Hujan saat jam pulang kerja

Kedengarannya sederhana, tetapi setelah seharian lelah bekerja, hujan deras di jam pulang bisa terasa seperti ujian tambahan. Apalagi jika harus naik transportasi umum dan perjalanan jadi lebih panjang.

 

  • WiFi yang tiba-tiba lemot

Di era kerja digital, koneksi internet sudah jadi kebutuhan utama. Ketika WiFi bermasalah, rasa panik langsung muncul karena takut pekerjaan terhambat atau dianggap tidak profesional oleh tim.

 

Ketakutan-ketakutan ini memang terlihat kecil. Namun, jika terjadi terus-menerus dan menumpuk dampaknya bisa cukup besar terhadap kesehatan mental. Karena itu, penting untuk menyadari bahwa rasa cemas di awal karier adalah hal yang wajar.

 

Daripada terus membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokus pada perkembangan diri sendiri. Bangun batas kerja yang sehat, jaga komunikasi dengan rekan kerja, dan jangan ragu mencari dukungan saat merasa kewalahan.

 

Memulai karier memang penuh tantangan. Tapi setiap orang punya proses dan ritmenya masing-masing. Kamu tidak tertinggal, kamu hanya sedang bertumbuh. (Athar/Magang)

 

Sumber : CNN Indonesia