Hanoi Sulap Bus Tua Jadi Kantor Pelayanan Keliling Canggih, Lengkap AI Multibahasa!
Layanan malam dan akhir pekan ini memudahkan warga, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
KamiBijak.com, Berita - Pemerintah Kota Hanoi, ibu kota Vietnam, meluncurkan terobosan baru demi memudahkan warganya mengakses layanan publik. Inisiatif ini menghadirkan kantor pelayanan publik keliling dan pos layanan khusus yang ditempatkan di berbagai titik strategis seperti permukiman, supermarket, hingga kawasan pinggiran kota.
Mengutip laporan Xinhua yang dilansir Antara, Kamis (25/9/2025), langkah inovatif tersebut ditujukan untuk memperluas akses layanan bagi pekerja dengan mobilitas tinggi, warga lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lain yang kerap mengalami kesulitan mengurus dokumen resmi.
Salah satu ide paling menarik dari program ini adalah pemanfaatan bus-bus tua dan kendaraan listrik yang disulap menjadi kantor pelayanan keliling. Bus-bus ini tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi dirombak menjadi ruang kerja modern. Di dalamnya tersedia komputer, printer, pemindai, dan koneksi internet berkecepatan tinggi. Fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat membuat akun identifikasi elektronik, mengajukan berkas secara daring, mendigitalisasi dokumen penting, melakukan transaksi pembayaran, hingga memantau status pengajuan tanpa harus datang ke kantor pemerintahan pusat.
Tak berhenti di situ, pos pelayanan publik tetap (non-keliling) juga akan dihadirkan di area perkotaan dan supermarket besar. Keunikan lain dari pos ini adalah keberadaan asisten kecerdasan buatan (AI) multibahasa. Teknologi AI tersebut dirancang khusus untuk membantu para lansia dan penyandang disabilitas yang mungkin mengalami kesulitan dalam proses administrasi, sekaligus mengurangi hambatan bahasa bagi warga asing atau pendatang.
Di kawasan permukiman, pos pelayanan publik akan ditempatkan di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau masyarakat, seperti pusat komunitas, sentra budaya, hingga pusat layanan kesehatan. Untuk menyesuaikan kebutuhan warga yang sibuk di siang hari, layanan ini akan beroperasi hingga malam dan tetap tersedia pada akhir pekan. Tak hanya itu, setiap pos akan dilengkapi dengan tenaga pendukung yang siap memberikan bantuan langsung di tempat.
(Foto : Dok. Guide to Hanoi)
Inovasi ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Hanoi dalam mempercepat transformasi digital dan mewujudkan pelayanan publik yang inklusif. Dengan memadukan teknologi modern dan pendekatan ramah masyarakat, kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi antrean panjang, memangkas birokrasi, dan memastikan setiap lapisan masyarakat, terutama yang rentan, dapat menikmati hak pelayanan secara setara.
Jika program ini berjalan lancar, Hanoi berpotensi menjadi contoh inspiratif bagi kota-kota besar lain di Asia Tenggara yang tengah berupaya mendigitalisasi layanan publik sekaligus menjangkau warganya yang paling membutuhkan. (Restu)
Sumber: Tempo
Video Terbaru
MOST VIEWED
