5 Tren Wisata 2026 yang Diprediksi Booming, Liburan Kini Lebih Bermakna
Tren pariwisata 2026 bergeser ke pengalaman bermakna, dari astro-tourism hingga anti over-tourism.
KamiBijak.com, Travel - Setidaknya ada lima gaya liburan yang diperkirakan akan naik daun pada 2026. Deretan tren ini bisa menjadi referensi menarik untuk menyusun agenda perjalanan selama setahun ke depan. Perubahan pola wisata tak lepas dari pengaruh teknologi, kondisi ekonomi, dinamika sosial-budaya, hingga kesadaran lingkungan dan kebijakan pemerintah.
Jika ditarik benang merah, pariwisata 2026 tidak lagi sekadar mengejar destinasi populer atau keramaian. Banyak pelancong kini lebih tertarik pada pengalaman yang memberi makna, ketenangan, dan koneksi personal. Berikut lima tren perjalanan 2026 yang diprediksi akan populer, seperti dilansir dari In Your Area.
- Astro-tourism atau wisata langit
Wisata berbasis pengamatan langit malam diperkirakan menjadi primadona. Fenomena alam seperti gerhana matahari, aurora, hingga hujan meteor memicu ketertarikan wisatawan untuk bepergian ke lokasi minim polusi cahaya. Beberapa destinasi favoritnya antara lain Gurun Atacama di Chile, kawasan Aoraki Mackenzie di Selandia Baru, dan Utah di Amerika Serikat. Selain memberi ketenangan batin, astro-tourism juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi wilayah terpencil.
- Perjalanan bernuansa nostalgia
Liburan yang membangkitkan kenangan masa kecil semakin diminati. Wisatawan ingin kembali merasakan pengalaman sederhana namun penuh emosi, seperti menginap di rumah pohon, berkemah di alam terbuka, atau mencoba aktivitas yang mengingatkan pada masa lalu. Tren ini dianggap memberi kepuasan emosional karena terhubung langsung dengan memori personal.
- Pengalaman berbasis komunitas lokal
Minat terhadap wisata budaya dan komunitas meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pelancong kini lebih tertarik terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat setempat, belajar tradisi, hingga mencoba aktivitas harian warga lokal. Pendekatan ini dianggap lebih autentik dibandingkan sekadar mengunjungi tempat wisata populer yang sudah sering muncul di media sosial.
Deretan bangunan bergaya Tiongkok di Pecinan desa Karangturi, Lasem. (Foto : Dok. Wikipedia)
- Liburan solo yang kian diminati
Perjalanan seorang diri semakin populer di berbagai kelompok usia. Banyak orang memilih bepergian tanpa kompromi dengan orang lain demi kebebasan dan refleksi diri. Destinasi dengan infrastruktur baik seperti Bali, Thailand, dan Jepang menjadi favorit. Bahkan, tren pelayaran sungai khusus pelancong solo juga mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
- Kesadaran terhadap over-tourism
Wisatawan kini lebih selektif memilih tujuan liburan. Kekhawatiran terhadap dampak pariwisata massal membuat banyak orang menghindari destinasi yang terlalu padat. Sebaliknya, lokasi yang lebih sepi dan kurang terekspos justru menjadi incaran karena dinilai lebih ramah bagi lingkungan dan komunitas lokal.
Tren-tren ini menunjukkan bahwa liburan di 2026 bukan hanya soal pergi jauh, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan memberi arti lebih dalam. (Restu)
Sumber : CNN Indonesia
Video Terbaru
MOST VIEWED
