Hiburan

Sering Seharian di Ruang AC? Ini Dampak Kesehatan yang Jarang Disadari

AC memang sejuk, tapi terlalu lama di ruang AC bisa memicu gangguan kesehatan serius.

KamiBijak.com, Hiburan - AC atau pendingin ruangan kini menjadi bagian penting dalam kehidupan modern. Hampir setiap kantor, pusat perbelanjaan, hingga rumah pribadi mengandalkan AC untuk menciptakan suasana sejuk, terutama saat cuaca terasa terik. Meski memberikan kenyamanan, terlalu lama berada di ruangan ber-AC ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Paparan udara dingin secara terus-menerus bisa memengaruhi kondisi fisik tanpa disadari. Berikut beberapa masalah kesehatan yang kerap muncul akibat kebiasaan berlama-lama di ruangan ber-AC.

Kulit Menjadi Kering dan Mudah Iritasi

Salah satu dampak paling umum adalah kulit yang terasa kering. AC bekerja dengan mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan. Akibatnya, kulit kehilangan kadar air alaminya dan menjadi lebih mudah mengelupas, terasa kasar, bahkan gatal.

Dalam jangka panjang, lapisan pelindung kulit dapat melemah sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap iritasi. Kondisi ini bisa semakin parah bagi penderita eksim atau psoriasis. Untuk mengurangi risikonya, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik, rutin menggunakan pelembap, dan bila perlu gunakan humidifier agar kelembapan ruangan tetap terjaga.

Gangguan Pernapasan

Masalah pernapasan juga sering dikaitkan dengan penggunaan AC berlebihan. Filter AC yang jarang dibersihkan dapat menjadi sarang debu, jamur, dan bakteri. Partikel-partikel tersebut kemudian tersebar melalui udara dan terhirup oleh penghuni ruangan.

Kondisi ini dapat memicu alergi, hidung tersumbat, batuk berkepanjangan, hingga memperburuk penyakit seperti asma dan bronkitis. Membersihkan filter AC secara rutin dan memberi sirkulasi udara alami dengan membuka jendela sesekali dapat membantu menjaga kualitas udara tetap sehat.

Sakit Kepala dan Rasa Lelah

Berada di ruangan yang terlalu dingin dalam waktu lama dapat memengaruhi sirkulasi darah dan aliran oksigen ke otak. Hal ini kerap memicu sakit kepala, rasa berat di kepala, hingga kelelahan yang sulit dijelaskan.

Selain itu, perpindahan suhu yang ekstrem dari luar ruangan panas ke ruangan ber-AC dingin juga bisa memicu migrain pada sebagian orang. Untuk mencegahnya, suhu ideal AC disarankan berada di kisaran 24–26 derajat Celsius.

Risiko Dehidrasi

Udara kering akibat AC membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat, meski tanpa aktivitas berat. Dehidrasi ringan sering kali tidak disadari, dengan gejala seperti mulut kering, pusing, dan tubuh terasa lemas.

Solusinya cukup sederhana, yakni meningkatkan konsumsi air putih dan memperbanyak asupan buah yang kaya air seperti semangka atau mentimun.

Penurunan Daya Tahan Tubuh

Terlalu sering berada di ruangan ber-AC juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam beradaptasi dengan perubahan suhu. Akibatnya, sistem imun menjadi kurang responsif terhadap lingkungan luar dan membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit ringan seperti flu dan batuk.

Memberi tubuh kesempatan untuk beraktivitas di luar ruangan dan merasakan suhu alami dapat membantu menjaga daya tahan tubuh tetap optimal. (Restu)

Sumber : Cosmopolitan Indonesia