Berita

Strategi Pemkab Tangerang Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Tekan Inflasi

Pemkab Tangerang siapkan langkah strategis hadapi lonjakan harga pangan global dan tekan inflasi.

KamiBijak.com, Berita - Tekanan terhadap stabilitas harga pangan kembali menjadi perhatian serius di tingkat daerah seiring meningkatnya ketidakpastian global yang berdampak langsung pada rantai pasok. Dalam situasi seperti ini, pemerintah daerah dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga mampu merumuskan kebijakan yang terukur agar gejolak harga tidak berkembang menjadi beban ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Upaya pengendalian inflasi pun menjadi salah satu fokus utama, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh daya beli masyarakat, khususnya pada kelompok rentan.

 

Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkirakan kenaikan harga bahan pangan akan segera terjadi akibat pengaruh dinamika geopolitik dunia. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk merancang berbagai langkah strategis guna menahan laju inflasi.

 

Sebagai bentuk tanggapan atas tren kenaikan harga pangan global, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsing, menyatakan bahwa pihaknya mengubah pendekatan kebijakan. Fokus utama saat ini diarahkan pada pengawasan ketat terhadap fluktuasi harga komoditas di pasar.

Baca juga:

Pemkot Tangerang Luncurkan Chatbot AI dan LAKSA+ untuk Layanan Publik Ramah Disabilitas

"Ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang layak. Kita tekan jangan sampai terjadi lonjakan," ujarnya, Selasa 28 April 2026.

 

Di samping itu, pemerintah daerah turut menggulirkan program Warteksi (Warung Tekan Inflasi) Gemilang 2026. Program ini dijalankan secara bersamaan selama tiga hari, yakni 28 hingga 30 April 2026, di dua lokasi utama: Gerai Tangerang Gemilang (GTG) dan Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug.

 

Ia menjelaskan bahwa konsep Warteksi dirancang lebih adaptif dengan menyerupai warung konvensional. Masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih kebutuhan pokok sesuai keperluan tanpa harus membeli dalam bentuk paket, dengan harga yang tetap terjangkau.

 

"Bahan pokok yang disediakan dengan harga yang jauh lebih murah. Tentu melalui subsidi yang cukup besar," kata dia.

 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan subsidi dalam jumlah besar dengan menyalurkan 1.915 kilogram bahan pangan pokok untuk membantu meringankan beban masyarakat.

 

"Subsidi ini membuat harga sejumlah bahan pokok turun jauh dari harga pasar," ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan Warteksi Gemilang adalah menjaga kestabilan ekonomi makro di wilayah Kabupaten Tangerang. Program ini juga dirancang agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

"Harapan kami, daya beli masyarakat meningkat karena harga yang murah dan stabilitas ekonomi terkendali," ucapnya.

 

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri menyebut Kota Tangerang sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil mengendalikan inflasi. Hal tersebut disampaikan dalam forum Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

 

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, mengungkapkan bahwa Kota Tangerang termasuk wilayah yang menunjukkan performa luar biasa dalam pengendalian inflasi. Penilaian tersebut didasarkan pada implementasi langkah konkret yang sejalan dengan arahan TPID Kemendagri.

 

Ia menjabarkan berbagai langkah yang telah dilakukan, antara lain penyelenggaraan operasi pasar, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor, serta menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas pangan. Selain itu, terdapat pula gerakan menanam dan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan stabilitas inflasi tetap terjaga.

 

Dengan berbagai langkah yang telah dijalankan tersebut, pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada intervensi jangka pendek, melainkan juga pada konsistensi kebijakan dan koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan. Stabilitas harga yang terjaga diharapkan mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan daya beli, sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap bergerak tanpa tekanan yang berlebihan. Situasi ini menjadi indikator penting bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dapat berperan signifikan dalam meredam dampak ketidakpastian global terhadap ekonomi lokal.(Athar/Magang)

 

Sumber: RRI