KamiBijak.com, Hiburan - Keterbatasan fisik tak pernah menyurutkan semangat Halimin untuk tetap berjuang demi menghidupi keluarganya. Penyandang disabilitas netra ini sehari-hari jalan berkeliling pasar hingga SPBU sambil bernyanyi, ia mengandalkan pengeras suara kecil untuk dapat menarik perhatian masyarakat.
Halimin mengaku telah lama menekuni pekerjaan tersebut, sekitar tiga hingga empat tahun terakhir. Ia memilih profesi ini sebagai mata pencaharian utama dan satu-satunya cara untuk menafkahi istri, anak, serta orang tuanya yang sudah lanjut usia.
Dalam menjalankan aktivitasnya, Halimin biasanya bekerja hampir setiap hari tanpa mengenal cuaca, kecuali ada satu hari yang ia gunakan untuk beristirahat, yaitu hari Senin. Untuk menuju lokasi tempat bekerja, ia biasanya diantar ojek langganan atau dibantu oleh tetangga sekitar.
Dari hasil “menjual suara”, penghasilan yang biasanya diperoleh tidak menentu. Dalam sehari, untuk melakukan pekerjaan ini ia harus mengeluarkan modal sekitar Rp50 ribu, sementara pendapatan berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp110 ribu.
“Penghasilan itu kami bagi untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makan hingga keperluan lainnya,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.
Di tengah keterbatasan yang ada, beban hidup Halimin bisa tergolong berat. Ia bertanggung jawab untuk membayar sewa rumah sekitar Rp600 ribu per bulan.
Kondisi ini kerap memaksanya untuk dapat berhemat, terutama saat cuaca sedang buruk yang tentu akan berdampak pada berkurangnya penghasilan. Bahkan, ia mengaku sempat beberapa kali berpindah tempat tinggal karena kesulitan ekonomi yang dialami.
Halimin berharap nantinya akan ada perhatian lebih dari pemerintah terhadap penyandang disabilitas, khususnya dalam hal penyediaan tempat tinggal yang layak serta peluang kerja setara yang tetap sesuai dengan kemampuan mereka.
Ia juga berharap kedepannya dapat mengembangkan keterampilan yang dimiliki, seperti pijat, agar ia memiliki penghasilan yang lebih stabil dan dapat hidup lebih mandiri serta sejahtera. (Irene)
Sumber: rri.co.id
