Sandiaga Uno Resmikan Ruang Kreatif Difabel, Buka Jalan Baru Akses Kerja Inklusif!
Ruang Kreatif Difabel resmi dibuka, bantu penyandang disabilitas kuasai keterampilan digital.
KamiBijak.com, Berita - Komitmen untuk menghadirkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas kembali dibuktikan melalui peresmian Ruang Kreatif Difabel di vOffice Indonesia Centennial Tower, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/10/2025).
Inisiatif ini digagas oleh Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Refo Digital Kreatif dan Yayasan Puspa Indah. Tujuannya, menciptakan ruang belajar dan pengembangan keterampilan digital bagi para penyandang disabilitas agar dapat berdaya dan mandiri secara ekonomi.
Acara peresmian dihadiri oleh Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno, CEO vOffice Erwin Soerjadi, dan CEO Refo Renaldo Adi. Sebanyak 20 peserta terlibat dalam pelatihan awal, terdiri dari 9 penyandang tunanetra, 7 penyandang tuli, dan 4 penyandang disabilitas daksa.
Menurut Sandiaga, program ini merupakan bagian dari inisiatif “Saatnya Difabel Setara”, yang berfokus pada peningkatan akses kerja inklusif di sektor ekonomi digital. “Peserta dibekali keterampilan seperti videografi, desain grafis, penulisan konten, hingga voice over. Harapannya, mereka dapat bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha sendiri,” jelasnya.
Ia menegaskan, hadirnya Ruang Kreatif Difabel adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan kesempatan yang setara.
Komitmen untuk mewujudkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas kembali ditunjukkan Sandiaga Uno melalui peresmian Ruang Kreatif Difabel.(Dok YIS)
“Inilah wujud semangat kolaborasi, konsistensi, dan keberpihakan bagi kelompok difabel. Semua warga negara berhak berkembang dan berdaya,” ujar Sandiaga.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguasaan keterampilan digital seperti digital marketing dan content creation. Menurutnya, kemampuan ini menjadi solusi 3T — Tepat Sasaran, Tepat Manfaat, dan Tepat Waktu — dalam menghadapi tantangan ekonomi kreatif masa kini.
Ruang Kreatif Difabel juga menjadi kelanjutan dari program “Si Iklas: Saatnya Difabel Setara” yang diluncurkan pada Mei 2025. Program tersebut telah melahirkan banyak peserta difabel yang kini mampu berkarya dan bersaing di industri kreatif nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga turut menyoroti perjuangan Fadel Nooriandi (31), penyandang Thalassemia Mayor yang menjadi saksi di sidang Mahkamah Konstitusi. Fadel memperjuangkan agar Thalassemia diakui sebagai bagian dari disabilitas di bawah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.
“Kesetaraan bukan hanya soal fasilitas, tapi juga pengakuan hukum dan perlakuan adil,” ujarnya.
Menutup acara, Sandiaga berharap Ruang Kreatif Difabel dapat menjadi tempat tumbuhnya talenta baru yang relevan dengan kebutuhan industri digital.
“Kami percaya teman-teman difabel tidak hanya bisa bersaing, tapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” katanya.
CEO Refo, Renaldo Adi, menambahkan bahwa sejauh ini lebih dari 70 peserta telah mengikuti program dan menghasilkan lebih dari 350 karya digital kreatif. “Sebanyak 17 peserta terbaik kini mengikuti tahap inkubasi kedua di Ruang Kreatif Difabel. Fokus kami adalah membuka peluang kerja dan kemandirian ekonomi melalui pelatihan digital yang inklusif,” tutupnya. (Restu).
Sumber : Liputan6
Video Terbaru
MOST VIEWED
