Berita

Qulina, Inovasi Baru untuk Anak Disabilitas Netra Bisa Belajar Quran Sambil Bermain!

Qulina hadir sebagai aplikasi belajar Quran dengan komik interaktif hingga audio tajwid untuk anak-anak dengan keterbatasan penglihatan.

KamiBijak.com, Berita - Belajar Al-Quran kini makin ramah anak dan inklusif berkat kehadiran Qulina (Quran Inklusif Anak), aplikasi inovatif yang memadukan mushaf digital dengan fitur-fitur canggih untuk penyandang disabilitas netra.

Aplikasi ini digagas oleh dua mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Isa Asma’ul Husna dan Lasmana Adi Nugraha, bersama dosen pembimbing Dzul Fadli Rahman, Tsania Nur Diyana, dan Apry Aditya Saputra. Qulina dirancang tak hanya sebagai media pembelajaran Quran bagi anak-anak, tetapi juga sebagai solusi inklusif bagi disabilitas netra yang kerap mengalami hambatan pendidikan.

(Foto: Dok.mediacenter.slemankab.go.id)

Qulina menghadirkan beragam fitur menarik, mulai dari audio tajwid, tampilan kontras tinggi, navigasi suara, hingga komik interaktif berisi kisah Qurani. Ada pula kuis edukatif berbasis gamifikasi dan sistem reward yang membuat anak-anak belajar Al-Quran sambil bermain.

Isa Asma’ul Husna mengungkapkan, aplikasi ini dikembangkan menggunakan framework Flutter dan terkoneksi dengan REST API Al-Quran Kementerian Agama (Kemenag). Dengan begitu, semua data Quran yang ditampilkan dijamin resmi dan valid.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar Quran yang inklusif dan menyenangkan, khususnya bagi anak-anak tunanetra,” jelasnya, dikutip dari mediacenter.slemankab.go.id, Selasa (16/9/2025).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat ada 22,5 juta penyandang disabilitas di Indonesia, termasuk anak usia sekolah dengan disabilitas netra yang menjadi kelompok paling rentan dalam akses pendidikan. Melihat fakta ini, Qulina diharapkan menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan.

Dosen Departemen Pendidikan Teknik Informatika UNY, Dzul Fadli Rahman, menilai Qulina adalah wujud nyata komitmen akademik dan sosial mahasiswa.
“Kami ingin anak-anak dengan keterbatasan penglihatan tetap bisa belajar Quran interaktif melalui audio, komik yang dapat didengar, dan permainan edukatif dengan sistem poin,” tegasnya.

Ia menambahkan, Qulina dikembangkan dengan uji kelayakan ketat dari para ahli dan pengguna langsung agar ramah disabilitas, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Sebelum era Quran digital, penyandang disabilitas netra mengenal Al-Quran Braille dengan huruf timbul. Dosen Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus UPI, Dr. Didi Tarsidi, M.Pd., menjelaskan meski ayatnya sama, mushaf Braille memiliki format dan jumlah halaman lebih banyak karena ukuran hurufnya.

Kehadiran Qulina membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat membuka pintu pembelajaran agama yang lebih luas dan setara. Dengan aplikasi ini, anak-anak termasuk disabilitas netra, bisa mengenal, memahami, dan mencintai Al-Quran dengan cara yang seru dan interaktif. (Restu)

Sumber: Liputan6