Kuliner

5 Perbedaan Kopi Murah dan Kopi Mahal yang Jarang Diketahui

Temukan 5 beda kopi murah dan mahal menurut ahli, dari rasa hingga proses sangrai.

KamiBijak.com, Kuliner - Bermacam jenis kopi bisa dibedakan kedalam dua kategori besar, yaitu kopi mahal dan murah. Keduanya bisa dibedakan lewat 5 ciri, seperti yang diungkap oleh para ahli

 

Ada banyak jenis kopi yang menawarkan ciri khas rasa, dan aroma yang sangat beragam. Bagi sebagian orang, kopi adalah hanya sekadar minuman berkafein. Tapi bagi para penikmat dan ahli, kopi dibedakan menjadi kedalam dua kategori, yaitu kopi mahal atau murah, hingga perbedaan harga jual yang ditawarkan. Bukan tanpa alasan, perbedaan harga ini tidak hanya soal merek, melainkan serangkaian proses kompleks mulai dari kebun hingga cangkir. 

 

Para ahli membagikan ciri-ciri yang membedakan antara kopi murah dan kopi mahal. Simak penjelasannya dibawah!

 

  • Jenis biji kopi : Robusta vs Arabica

(foto : pratter)

Dua jenis utama dari biji kopi yang banyak dikenal adalah robusta dan arabika. Kopi murah umumnya menggunakan biji dari jenis robusta atau campuran antara robusta dan arabika. Robusta lebih mudah ditanam, tahan penyakit, dan hasil panennya lebih banyak sehingga biayanya lebih rendah. Sebaliknya, kopi mahal biasanya menggunakan 100% biji arabika yang memiliki cita rasa lebih halus, aroma lebih kompleks, serta tingkat keasaman yang lebih seimbang.



  • Ketinggian tempat tanam

Kopi mahal biasanya berasal dari daerah yang sudah terkenal memiliki reputasi tinggi dalam menghasilkan kopi berkualitas seperti Ethiopia, Kolombia, atau wilayah pegunungan tertentu di Indonesia seperti Gayo atau Kintamani. Setiap daerah memberikan karakter yang khas, seperti aroma buah dan bunga pada kopi Ethiopia atau cita rasa coklat dan karamel pada kopi Amerika Selatan. Sementara itu kopi murah biasanya diproduksi massal dengan kualitas biji yang tidak diseleksi secara ketat.

 

  • Ketinggian tempat tumbuhnya kopi

Kopi yang tumbuh di dataran tinggi biasanya memiliki kualitas yang lebih baik karena suhu yang lebih dingin membuat proses pematangan biji berlangsung lambat. Proses ini membantu membentuk rasa yang lebih kompleks dan seimbang. Sebaliknya, kopi dari dataran rendah cenderung matang lebih cepat sehingga rasanya lebih tajam dan sederhana. 

 

  • Tingkat perhatian dan keahlian petani

(foto : jagad tani)

Perbedaan harga juga dipengaruhi oleh tingkat perhatian petani terhadap proses penanaman hingga pengolahan. Kopi mahal biasanya diproduksi oleh petani yang memiliki keterampilan tinggi mulai dari waktu panen, cara pemrosesan, hingga penyimpanan biji agar kualitas rasa tetap terjaga. Sementara itu, kopi murah diproduksi tanpa pengawasan detail yang sama, sehingga kualitasnya bervariasi.

 

  • Metode pemrosesan pasca panen

Kopi mahal sering diolah dengan metode yang lebih kompleks seperti washed process atau wet process. Metode ini menghasilkan rasa yang lebih bersih dan konsisten. Sedangkan kopi murah lebih banyak menggunakan metode dry process. Alhasil rasa yang dihasilkan akan lebih kompleks dan harganya menjadi lebih murah (Keisha/MG).

 

Sumber : DetikFood