Hiburan

Trophy Wife vs Tradwife: Mana yang Lebih Bahagia di Era Modern?

Dari kemewahan hingga nilai tradisional, temukan gaya hidup istri yang paling cocok untukmu.

KamiBijak.com, Hiburan - Di era digital, istilah baru seputar peran istri sering viral di media sosial. Dua yang kini ramai diperbincangkan adalah Trophy Wife dan Tradwife. Meski sama-sama menyebut “istri”, filosofi hidup mereka sangat berbeda, bahkan bertolak belakang.

Trophy Wife: Simbol Status dan Gaya Hidup Mewah
Secara harfiah, “Trophy Wife” berarti “istri piala”. Istilah ini merujuk pada wanita yang dianggap simbol kesuksesan dan status sosial suaminya. Biasanya, Trophy Wife adalah wanita muda, menarik, menikah dengan pria lebih tua atau kaya.

Ciri-ciri Trophy Wife:

  • Fokus Penampilan: Penampilan fisik jadi aset utama. Mereka sering tampil dengan pakaian desainer dan gaya hidup mewah.

  • Peran Sebagai “Aksesori”: Kehadirannya lebih untuk memperkuat citra publik suami, misal di pesta atau acara sosial.

  • Ketergantungan Finansial: Umumnya tidak ikut mengelola keuangan keluarga dan bergantung pada suami.

  • Hubungan Dangkal: Hubungan suami-istri lebih berfokus pada citra dan status sosial daripada kedalaman emosional atau intelektual.

Kritikus menilai konsep ini mereduksi perempuan menjadi objek fisik, mengabaikan kecerdasan, bakat, dan ambisi pribadi mereka.

 

Tradwife: Kembali ke Nilai Tradisional
“Tradwife” adalah singkatan dari “Traditional Wife”. Gerakan ini populer di TikTok, menekankan kembali peran tradisional perempuan dalam rumah tangga.

Ciri-ciri Tradwife:

  • Fokus Rumah Tangga: Tradwife mengutamakan urusan rumah, memasak, membersihkan, mengasuh anak, dan menciptakan suasana nyaman.

  • Suami Sebagai Pencari Nafkah: Suami menjadi pencari nafkah utama, sementara istri fokus pada pekerjaan domestik.

  • Pembagian Peran Jelas: Mengikuti nilai konservatif dan keyakinan tertentu, tugas laki-laki dan perempuan dibedakan secara jelas.

  • Pilihan Hidup Disengaja: Banyak Tradwife menekankan bahwa keputusan ini diambil dengan sadar, menemukan kepuasan dan tujuan hidup melalui peran tradisional.

Namun, konsep Tradwife juga menuai kritik karena dianggap berpotensi mengikis kesetaraan gender, menciptakan ketergantungan finansial, dan melanggengkan sistem patriarki.

Trophy Wife dan Tradwife mewakili dua cara berbeda perempuan mengekspresikan perannya dalam pernikahan. Satu menekankan kemewahan dan citra sosial, satu lagi nilai tradisional dan domestik. Meskipun keduanya kontroversial, setiap individu berhak menentukan jalan hidup yang membuatnya bahagia, selama ada kesepakatan dan rasa saling menghargai dengan pasangan. (Restu)

Sumber : Fimela