Kuliner

Ternyata Ini Penyebab Kamu Ngantuk Berat Setelah Makan

Penyebab ngantuk setelah makan dan cara mengatasinya agar energi tetap stabil sepanjang hari.

KamiBijak.com, Kuliner - Pernah merasa sangat mengantuk atau lemas setelah selesai makan? Kondisi ini sering disebut food coma dan lebih umum terjadi daripada yang kita kira. Tubuh sebenarnya sedang bekerja keras memproses makanan, sehingga energi yang biasanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari dialihkan sementara ke sistem pencernaan. Akibatnya, rasa letih dan kantuk pun muncul.

Jenis dan pola makan ternyata berperan besar dalam menentukan seberapa cepat rasa lelah itu datang. Menu yang tinggi lemak dan karbohidrat menjadi pemicu paling sering. Selain itu, kualitas tidur, ritme sirkadian, hingga kondisi kesehatan tertentu juga bisa memperburuk rasa lelah setelah makan. Mengatur kebiasaan makan dan tidur dapat membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.

Dikutip dari Men’s Health (26/11), berikut sejumlah penyebab utama tubuh mudah lesu usai makan:

1. Konsumsi Lemak dan Karbohidrat Berlebihan

Makanan yang kaya lemak dan karbohidrat membuat sistem pencernaan bekerja lebih lama dan keras. Proses ini menyebabkan energi dialihkan ke pencernaan sehingga tubuh jadi cepat kehabisan tenaga.

Selain sulit dipecah, lemak juga menurunkan energi secara bertahap. Sementara karbohidrat dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat, lalu turun drastis yang berujung pada rasa lemas. Dr. Mandal menjelaskan bahwa hormon cholecystokinin dapat meningkat setelah menyantap menu tinggi lemak maupun karbohidrat, dan inflamasi yang muncul semakin memperburuk rasa lelah.

 

2. Kurang Protein dan Serat

Rendahnya konsumsi protein tanpa lemak dan serat dapat membuat kadar gula darah tidak stabil. Kondisi ini menyebabkan tubuh mengalami pasang surut energi sepanjang hari.

Menurut ahli gizi Nancy Farrell Allen, R.D.N., serat membantu mengontrol gula darah sekaligus memperlancar sistem pencernaan. Protein rendah lemak seperti ikan, unggas, dan kacang-kacangan turut menyediakan lemak baik yang penting untuk stamina. Dr. Mandal menekankan pentingnya porsi seimbang antara lemak sehat, protein, dan serat di setiap jam makan.

 

3. Porsi Makan Terlalu Banyak

Saat seseorang mengonsumsi makanan dalam porsi besar, tubuh harus mengalokasikan lebih banyak energi untuk mencerna makanan tersebut. Akibatnya, bagian tubuh lain mengalami kekurangan suplai energi dalam waktu singkat dan rasa kantuk pun timbul.

Jika makanan berlebihan disertai konsumsi alkohol, kelelahan akan terasa lebih berat. Nancy Farrell Allen menyebut bahwa alkohol menurunkan kontrol diri sehingga mendorong seseorang makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.

 

4. Naik Turunnya Gula Darah dan Insulin

Setiap kali makan, gula darah akan meningkat dan kemudian turun kembali. Penurunan yang terlalu cepat menjadi penyebab utama rasa lelah usai makan. Insulin bekerja ekstra keras untuk menstabilkan gula darah, terutama pada orang yang memiliki resistensi insulin, sehingga tubuh terasa makin lemas.

Masalah kesehatan seperti sleep apnea, hipotiroidisme, dan insomnia juga dapat memperkuat sensasi ngantuk setelah makan.

 

5. Masalah Tidur

Ritme sirkadian atau jam biologis tubuh membuat dorongan tidur alami muncul pada siang hari, terutama sekitar pukul 14.00–16.00. Makan terlalu siang pada rentang waktu itu dapat memperburuk rasa kantuk.

Kurang tidur juga memengaruhi pola makan. Allen menjelaskan bahwa saat kurang istirahat, seseorang cenderung memilih makanan yang menimbulkan efek rileks dan mengantuk, sehingga siklus kelelahan pun berulang.

 

Jika rasa lesu setelah makan sering muncul, mencermati kembali porsi makan, komposisi nutrisi, dan pola tidur dapat membantu tubuh tetap segar dan bertenaga sepanjang hari. (Restu)

Sumber : Detik