Berita

Pemko Medan Perluas Peluang Kerja Penyandang Disabilitas hingga Program Kerja ke Jepang

Pemko Medan latih penyandang disabilitas dan buka peluang kerja hingga ke Jepang.

Kamibijak.com, Disabilitas - Pemko Medan terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan kesempatan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Melalui program pelatihan berbasis kompetensi, pemerintah tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan kerja, tetapi juga membuka akses menuju dunia kerja nasional hingga peluang bekerja di Jepang.

Program tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan. Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri dari penyandang disabilitas, perempuan, serta masyarakat umum dengan berbagai bidang keahlian.

Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi. Sumber Foto : Dok. Diskominfo Medan

Sebanyak 20 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan barista profesional. Selain itu, 40 peserta perempuan mendapat pelatihan safety riding, 20 peserta mengikuti pelatihan operator forklift, dan 20 lainnya menjalani pelatihan tata kecantikan.

Menurut Rico Waas, setiap warga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan tanpa memandang kondisi fisik. Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkembang selama seseorang memiliki kemampuan, kemauan belajar, dan integritas.

Pemerintah Kota Medan, kata dia, ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan inklusif dengan memberikan ruang bagi kelompok yang selama ini menghadapi tantangan dalam memperoleh pekerjaan, termasuk penyandang disabilitas.

Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan industri

Rico juga mengingatkan bahwa kebutuhan dunia kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi. Karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital dan komunikasi.

Ia mencontohkan profesi di bidang humas kini dituntut menguasai berbagai aplikasi kreatif, sementara profesi barista harus mampu mengikuti tren minuman yang terus berkembang. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi menjadi bekal penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing.

Selain kemampuan teknis, peserta juga didorong untuk membangun integritas dan etos kerja agar mampu bertahan serta berkembang di lingkungan kerja.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/gandeng-lsba-buka-peluang-kerja-untuk-anak-autisme-di-kemensos 

Peluang kerja hingga Jepang

Tidak hanya mempersiapkan tenaga kerja untuk kebutuhan dalam negeri, Pemko Medan juga mulai membuka akses kerja ke luar negeri. Salah satu negara tujuan yang disiapkan adalah Jepang melalui kerja sama dengan Bank BJB dan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Skema tersebut memungkinkan calon pekerja memperoleh dukungan pembiayaan pelatihan sebelum diberangkatkan. Program ini ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Medan.

Selain mendorong penempatan tenaga kerja ke luar negeri, pemerintah juga terus mengembangkan peluang wirausaha agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam meningkatkan pendapatan keluarga.

Peserta memperoleh sertifikasi kompetensi

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikasi sesuai bidang masing-masing.

Sertifikat tersebut meliputi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai kebutuhan pekerjaan. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi saat memasuki dunia kerja.

Sebagai bagian dari upaya memperluas penyerapan tenaga kerja, Disnaker Kota Medan juga telah memetakan kebutuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Di sisi lain, kerja sama dengan PT Grab dan PT Kamiitra Mita Jaya Utama turut memperkuat peluang penempatan kerja bagi para lulusan pelatihan.

Melalui program ini, Pemko Medan berharap semakin banyak penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya memperoleh akses yang setara terhadap pelatihan, sertifikasi, hingga kesempatan bekerja baik di dalam maupun luar negeri. (Restu)

Sumber: IDN Times

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.