Ortovert Adalah Tipe Kepribadian Paling Fleksibel, Ini Bedanya dari Introvert
Mengenal ortovert, tipe kepribadian adaptif yang menyesuaikan sikap dengan situasi dan lingkungan.
KamiBijak.com, Hiburan - Dalam pembahasan kepribadian, istilah introvert dan ekstrovert sudah lama dikenal luas. Seiring berkembangnya diskusi psikologi populer, muncul pula konsep ambivert yang menggambarkan keseimbangan antara keduanya. Namun, ada satu istilah lain yang mulai menarik perhatian, yaitu ortovert. Meski belum sepenuhnya baku dalam kajian akademik, ortovert kerap digunakan untuk menggambarkan individu dengan kemampuan adaptasi sosial yang tinggi.
Apa Itu Ortovert?
Ortovert merujuk pada tipe kepribadian yang sangat menyesuaikan perilaku sosial dengan situasi, norma, serta tuntutan lingkungan. Seseorang dengan kecenderungan ortovert tidak terikat pada pola introvert atau ekstrovert secara tetap. Sebaliknya, mereka akan bersikap sesuai dengan apa yang dianggap paling tepat dalam konteks tertentu.
Berbeda dengan ambivert yang secara alami memiliki keseimbangan antara introversi dan ekstroversi, ortovert lebih menonjol karena kesadarannya dalam membaca situasi sosial. Penyesuaian ini sering dilakukan secara sengaja demi menjaga keharmonisan dan efektivitas interaksi.
(Foto : Dok. CleverPencil/Getty Images)
Ciri Kepribadian Ortovert
Beberapa karakter yang kerap ditemukan pada individu ortovert antara lain:
- Mampu beradaptasi dengan cepat di berbagai lingkungan sosial
- Sangat peka terhadap norma, aturan, dan ekspektasi sosial
- Fleksibel dalam bersikap, bisa aktif saat dibutuhkan dan tenang di momen tertentu
- Cenderung menjaga keseimbangan dan menghindari sikap ekstrem
- Mampu membaca suasana sebelum menentukan cara berkomunikasi
Sifat-sifat tersebut membuat ortovert terlihat mudah menyesuaikan diri, baik dalam lingkungan formal maupun informal.
Ortovert dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam dunia profesional, ortovert sering dipandang sebagai sosok yang matang dan profesional. Mereka dapat menyesuaikan gaya komunikasi dengan atasan, rekan kerja, atau klien tanpa terlihat berlebihan. Di lingkungan sosial, ortovert juga relatif mudah diterima karena tidak memaksakan satu gaya kepribadian tertentu.
Meski begitu, kemampuan beradaptasi yang tinggi juga bisa menjadi tantangan. Terlalu sering menyesuaikan diri berpotensi menimbulkan kelelahan emosional atau membuat individu kesulitan mengenali keinginan pribadinya sendiri.
Perbedaan Ortovert dengan Introvert dan Ekstrovert
- Introvert cenderung fokus pada dunia internal dan merasa nyaman dalam kesendirian.
- Ekstrovert memperoleh energi dari interaksi sosial dan aktivitas bersama orang lain.
- Ortovert menyesuaikan energi, sikap, dan perilaku berdasarkan konteks dan kebutuhan situasi.
Ortovert mencerminkan kepribadian yang dinamis dan kontekstual. Walaupun istilah ini belum sepenuhnya diakui secara formal dalam psikologi akademik, konsep ortovert membantu kita memahami bahwa kepribadian manusia tidak selalu terbagi dalam kategori yang kaku. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari cara individu berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. (Restu)
Sumber : Fimela
Video Terbaru
MOST VIEWED
