Orang Tua Wajib Waspada, Super Flu Lebih Rentan Menyerang Anak-Anak
Imunitas anak yang memang masih belum sempurna menjadi alasan mengapa superflu kerap menyerang anak-anak, terutama di musim liburan.
KamiBijak.com, Hiburan - Kasus super flu atau Subclade K sudah mulai teridentifikasi di Indonesia. Fenomena ini lantas menjadi sorotan publik karena didominasi menyerang anak-anak.
Data milik Kementerian Kesehatan RI mencatat setidaknya terdapat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025. Jumlah terbanyak ditemukan di wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, serta mayoritas pasien merupakan perempuan dan anak-anak.
“Anak kecil, khususnya di bawah 5 tahun, memang merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap infeksi yang ditularkan melalui saluran pernapasan karena dari sisi imunitas yang masih berkembang,” ungkap Ahli Epidemiologi Dicky Budiman, dikutip Selasa (6/1/2026).
Dicky Budiman mengungkapkan, imunitas anak yang memang masih belum sempurna menjadi alasan mengapa superflu kerap menyerang anak-anak, terutama di musim liburan.
“Mereka ini cenderung rawan karena dari sisi imunitas yang masih berkembang, ditambah lagi apabila orang tua atau pengasuhnya kurang paham dan membawa anak bepergian ke berbagai tempat, liburan ke sana-sini,” paparnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengungkapkan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kategori kondisi terkendali dan tidak menunjukkan adanya peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, ikut menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.
Di Indonesia sendiri, hasil surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.
Berdasarkan pemeriksaan oleh whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K sudah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya. (Irene)
Sumber: women.okezone.com
Video Terbaru
MOST VIEWED
