KamiBijak.com, Hiburan – Keterbatasan fisik terbukti bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengukir prestasi gemilang hingga ke panggung internasional. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh Muhammad Ade Irawan Subagyo, seorang pianis tunanetra berbakat asal Indonesia. Pria kelahiran Colchester, Inggris, pada 15 Januari 1994 ini berhasil membuktikan bahwa dedikasi serta talenta mampu membawanya menjadi salah satu musisi jazz dan blues yang diakui di tingkat global.
Perjalanan musik Ade dimulai sejak ia masih balita di New York, Amerika Serikat, lalu berlanjut ke Chicago dan Los Angeles. Uniknya, Ade tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah musik formal. Menurut penuturan sang ibunda, Endang Irawan, bakat bermusik Ade terasah secara otodidak melalui ketajaman pendengarannya. Bakat alami tersebut mengantarkan Ade memenangkan kompetisi cipta lagu antar pelajar di negara bagian Illinois pada periode 2004 hingga 2007, serta tampil di panggung festival jazz bergengsi seperti Chicago Jazz Festival.
Kejeniusan Ade dalam mengolah tuts piano mendapat pujian tinggi dari pianis kawakan sekaligus pendiri Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Jaya Suprana. Ade dinilai memiliki kemampuan musikalitas luar biasa yang melampaui keterbatasan penglihatannya.
Permainan piano Ade adalah bukti eksistensi Tuhan Yang Maha Esa. Guru dia adalah Yang Maha Kuasa. Saya kira Ade ini tak kalah dengan pianis-pianis kelas dunia,
ujar Jaya Suprana saat menyaksikan kepiawaian Ade mengaransemen lagu Indonesia Pusaka ke dalam berbagai genre.
Deretan Prestasi Internasional dan Pengakuan Dunia
Sekembalinya ke Indonesia pada tahun 2008, Ade mencatatkan namanya di MURI sebagai "Pianis Tunanetra Termuda Berkiprah Internasional" pada tahun 2010. Puncak karier internasionalnya terukir pada tahun 2011, saat ia menjadi musisi difabel Indonesia pertama yang sukses menggelar resital piano tunggal di Sydney Opera House, Australia. Penampilannya kala itu berhasil memukau ratusan penonton hingga memberikan apresiasi berupa standing ovation.
Pianis tunanetra Muhammad Ade Irawan saat menerima penghargaan rekor MURI sebagai Pianis Tunanetra Termuda Berkiprah Internasional. (Foto: Askara)
Prestasi Ade berlanjut pada tahun 2014 ketika meraih penghargaan sebagai pianis jazz terbaik dalam The Yamaha Young Performing Artists Competition di Indiana, Amerika Serikat. Bahkan, beberapa karya komposisi musik miliknya disimpan dalam arsip khusus di Georgia State University. Pengakuan dari pemerintah Indonesia pun diraihnya saat dianugerahi penghargaan sebagai "Pemuda Difabel Berprestasi 2018" oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.
Baca juga:
Andrea Bocelli: Penyanyi Tenor Tunanetra Italia Siap Gelar Konser Tur World Tour di Indonesia
Konsistensi Berkarya dan Menginspirasi
Tidak berhenti di panggung solo, Ade juga aktif bergabung dalam berbagai grup musik jazz dan blues ternama seperti Electric Cadillac dan Twelve Time Band. Pada tahun 2023, Ade bersama Electric Cadillac mengukir sejarah sebagai band asal Jakarta pertama yang tampil di festival Byron Bay Bluesfest di Australia, salah satu festival blues dan roots terbesar di dunia.
Di samping aktivitasnya mengisi berbagai panggung pertunjukan serta ajang motivasi, Ade terus membagikan inspirasi bahwa ketidaksempurnaan fisik dapat diubah menjadi keunggulan karya yang mendunia.
Langkah panjang Ade dalam meniti karier di dunia musik menjadi bukti nyata bahwa ruang untuk berkarya selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang terus mengasah potensinya. (Fania/Magang)
Sumber: Askara
