KamiBijak.com, Hiburan – Setiap individu tanpa terkecuali memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap informasi, ilmu pengetahuan, serta ruang pembelajaran yang memadai. Semangat inklusivitas ini terus diwujudkan secara nyata oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, melalui komitmen penguatan layanan perpustakaan yang ramah, terbuka, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi para penyandang disabilitas.
Kunjungan warga disabilitas dari LKS Pusat Rehabilitasi dan Caritas Dorkas di Perpustakaan Umum Daerah Kota Gunungsitoli. (Foto. Pemkot Gunungsitoli)
Komitmen pelayanan publik yang inklusif ini diwujudkan secara bertahap melalui program layanan bina baca yang diselenggarakan di Perpustakaan Umum Daerah Kota Gunungsitoli. Untuk mengatasi kendala fisik serta keterbatasan akses mobilitas yang selama ini sering menjadi penghambat utama, program ini mendapat dukungan penuh berupa penyediaan fasilitas transportasi antar jemput yang dikelola oleh Dinas Sosial Kota Gunungsitoli.
Kehadiran fasilitas armada khusus ini menjadi langkah solutif dalam memangkas hambatan geografis dan jarak. Dengan adanya kemudahan transportasi ini, warga berkebutuhan khusus dapat menjangkau lokasi perpustakaan daerah mulai dari titik penjemputan hingga kembali ke rumah masing-masing dengan aman dan nyaman.
Komitmen ini diwujudkan melalui layanan bina baca di Perpustakaan Umum Daerah Kota Gunungsitoli yang didukung fasilitas antar jemput bagi penyandang disabilitas oleh Dinas Sosial Kota Gunungsitoli. Dukungan ini menjadi langkah nyata untuk mengurangi hambatan mobilitas sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas dalam mengakses bahan bacaan,
tulis laporan resmi Pemerintah Kota Gunungsitoli.
Keberhasilan pelaksanaan program pelayanan inklusif ini terlihat jelas saat Perpustakaan Umum Daerah Kota Gunungsitoli menerima kunjungan dari puluhan warga berkebutuhan khusus yang didampingi oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Pusat Rehabilitasi dan Caritas Dorkas pada Rabu (14/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan informasi, sekaligus memperkuat pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam mendapatkan pelayanan publik yang setara dan berkeadilan.
Baca juga:
Menuju Layanan Inklusif, Perpustakaan Hukum Way Kanan Sediakan Koleksi Braille
Tidak hanya sebatas menyediakan buku untuk dibaca di tempat, program bina baca ini didesain sebagai sarana edukatif untuk menumbuhkan minat baca, memperluas cakrawala berpikir, serta mendorong pengembangan potensi dan kemandirian para peserta disabilitas. Dengan terbukanya ruang literasi ini, perpustakaan daerah diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran interaktif yang memberi kesempatan bagi setiap individu untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Inisiatif ini turut menegaskan betapa krusialnya kolaborasi antarinstansi pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi berkelanjutan antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli, Dinas Sosial Kota Gunungsitoli, serta berbagai lembaga kesejahteraan sosial diharapkan dapat terus dibina demi menghadirkan layanan yang berorientasi pada pemenuhan hak asasi manusia.
Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan dan membaca buku, melainkan juga ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperoleh kesempatan yang setara bagi setiap orang tanpa terkecuali,
pukas pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan budaya literasi yang inklusif agar setiap warga memiliki kesempatan setara untuk memajukan diri.
Upaya berkelanjutan dari Pemerintah Kota Gunungsitoli ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun ruang publik yang inklusif dan ramah disabilitas. (Fania/Magang)
Sumber: Pemkot Gunungsitoli
