KamiBijak.com, Hiburan – Drama Korea populer It's Okay to Not Be Okay menyajikan penggambaran mendalam mengenai isu kesehatan mental, khususnya gangguan kepribadian antisosial dan psikopati (inkontinensi emosi) yang kerap menjadi tema menarik dalam film Korea psikopat. Melalui karakter utama Ko Moon-Young serta ibunya Do Hui-Jae, serial ini menguraikan bagaimana manifestasi klinis psikopati dapat terbentuk.
Para pemain It's Okay to Not Be Okay. (Foto: IDN Times)
Berdasarkan kerangka Psychopathy Checklist (PCL) yang dikembangkan oleh Robert D. Hare, terdapat enam indikator utama aspek perasaan dan hubungan interpersonal yang tercermin dalam perilaku karakter tersebut:
- Fasih dan Pesona Dangkal (Glibness/Superficial Charm): Ko Moon-Young memiliki kemampuan berbicara yang sangat artikulatif namun dangkal. Ia kerap memanipulasi perhatian publik, seperti saat mematahkan fantasi seorang anak kecil secara dingin dengan menyatakan bahwa dalam kisah dongeng, penyihirlah yang selalu tampak cantik.
- Kurangnya Rasa Penyesalan atau Bersalah (Lack of Remorse or Guilt): Moon-Young tidak menunjukkan rasa bersalah ketika tindakan impulsifnya mengancam keberlangsungan perusahaan penerbit miliknya. Sementara Do Hui-Jae menceritakan kronologi pembunuhan ibu Kang-Tae secara tenang dan tersenyum tanpa sedikit pun penyesalan.
- Penuh Tipu Muslihat dan Manipulatif (Conning/Manipulative): Moon-Young secara aktif merekayasa berita bohong bahwa dirinya menghilang demi merawat ayahnya yang mengidap demensia guna meredam skandal media.
- Emosi yang Dangkal (Shallow Affect): Kehampaan emosi membuat Moon-Young tampil dingin. Emosi yang muncul biasanya berupa ledakan amarah singkat, seperti ketika ia dengan santai mengharapkan kematian seorang kritikus sastra.
- Impulsivitas (Impulsivity): Bertindak atas dasar amarah seketika, terlihat saat Moon-Young menyerang kritikus sastra menggunakan pena dan mendorongnya hingga jatuh dari tangga.
- Masalah Perilaku pada Masa Kanak-Kanak (Early Behavior Problems): Ditandai dengan penyiksaan terhadap hewan di usia dini. Moon-Young kecil membunuh burung patah sayap sambil tersenyum karena menganggapnya menyenangkan.
Baca juga:
Mengenal Ciri Tanda Psikopat di Drakor Notes From The Last Row
Etiologi dan Dinamika Lingkungan Pengasuhan
Pembentukan gangguan kepribadian psikopat pada karakter ini dipengaruhi secara signifikan oleh dinamika disfungsi keluarga pada masa kecil:
- Pengabaian dan Kontrol Ekstrem: Masa kecil Moon-Young diwarnai oleh tiadanya kasih sayang tulus dan rasa aman. Sang ibu mengontrol perilakunya secara ketat tanpa memberikan kebebasan, sehingga memicu pembentukan emosi yang hampa.
- Perilaku Orang Tua Sebagai Model (Parental Modeling): Do Hui-Jae merupakan sosok psikopat yang membunuh orang dan mendidik Moon-Young untuk menjadi monster. Di sisi lain, sang ayah, Ko Dae-Hwan, melakukan aksi kriminal dengan membunuh Do Hui-Jae di depan mata Moon-Young kecil.
Kombinasi kontrol ekstrem, pengabaian emosional, serta trauma menyaksikan tindakan kejahatan di dalam rumah tangga menjadi faktor determinan pembentukan gangguan kepribadian antisosial tersebut, yang kerap diangkat sebagai daya tarik utama dalam tayangan bertema film Korea psikopat. (Fania/Magang)
Sumber: Tempo
