Kuliner

Mengenal Meltique Beef: Aman dan Halal Dikonsumsi Bagi Muslim

Kenali apa itu meltique beef, perbedaan dengan wagyu, serta titik krusial kehalalannya bagi konsumen Muslim.

KamiBijak.com, Kuliner - Meltique beef kali ini sedang populer di pasaran karena tampilannya menyerupai wagyu, daging sapi premium yang terkenal empuk dan gurih, namun harganya jauh lebih terjangkau. Istilah ini sering terdengar di restoran steak hingga warung kaki lima yang menawarkan steak lembut tanpa harga selangit. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk makan daging ini, penting memahami apa itu meltique beef, bagaimana prosesnya, serta apa yang perlu diperhatikan terutama soal kehalalan dan kualitasnya.

 

Apa Itu Meltique Beef?

Meltique beef sebenarnya bukan daging wagyu sejati, melainkan daging sapi lokal atau impor yang sudah melalui proses injeksi lemak ke dalam serat daging. Proses ini dimaksudkan agar tekstur daging menjadi lebih juicy, lembut, dan tampak memiliki marbling seperti wagyu , yakni guratan lemak yang khas dalam daging premium. Dalam banyak kasus, lemak yang disuntikkan berasal dari lemak nabati seperti minyak kanola, bukan lemak alami dari sapi wagyu.

 

Pakar daging menjelaskan bahwa injeksi lemak seperti ini dimaksudkan untuk membuat daging yang sebenarnya standar tampil lebih mirip wagyu tanpa biaya tinggi yang biasanya diperlukan untuk memelihara sapi wagyu asli. Hal ini juga menjadi alasan mengapa harga meltique beef bisa jauh lebih murah dibandingkan wagyu yang original.

(Foto : Dok. iStock)

 

Perbedaan Meltique dan Wagyu

Perbedaan utama antara wagyu dan meltique beef ada pada asal dan proses pembuatannya. Wagyu merupakan daging dari sapi khusus yang dibesarkan dengan standar tertentu di Jepang atau Australia, sedangkan meltique bukan merupakan jenis genetika sapi tertentu. Marbling pada wagyu terbentuk secara alami selama pertumbuhan sapi, sedangkan pada meltique terbentuk secara artifisial melalui injeksi lemak.

Selain itu, tekstur dan rasa kedua daging ini juga berbeda. Para chef mencatat bahwa meltique cenderung memiliki marbling yang tidak rapi dan lemak yang lebih banyak daripada dagingnya, sehingga saat dimakan, rasa gurihnya bisa terasa “berat” atau cepat eneg bagi beberapa orang. Wagyu asli umumnya memiliki rasa yang lebih halus dan seimbang.

 

Isu Kehalalan Meltique Beef

Bagi konsumen Muslim, selain soal kualitas dan rasa, kehalalan juga menjadi pertimbangan penting. Karena proses meltique melibatkan injeksi lemak ke dalam daging, ada beberapa titik kritis halal yang perlu diperhatikan menurut standar lembaga sertifikasi halal:

 

Sumber Daging : Daging harus berasal dari sapi yang disembelih menurut syariat Islam, dilakukan oleh Muslim, dengan pengucapan basmalah, dan darah keluar sempurna. Jika sumber daging tidak jelas, status halal bisa diragukan.

 

Jenis Lemak yang Digunakan : Lemak atau minyak yang disuntikkan harus berasal dari bahan yang halal, seperti minyak nabati yang bersertifikat halal atau lemak sapi yang halal. Lemak babi atau bahan haram jelas tidak boleh digunakan.

 

Bahan Tambahan Lainnya : Pengemulsi, pewarna, stabilisator, atau pengawet yang ditambahkan juga harus memastikan tidak mengandung alkohol atau komponen haram.

 

Proses Produksi dan Sanitasi : Peralatan dan area produksi harus bebas dari kontaminasi silang dengan bahan non-halal serta memenuhi standar kebersihan produksi halal.

 

Keamanan dan Konsumsi Moderat

Dari segi keamanan pangan, meltique beef pada umumnya aman untuk dikonsumsi karena lemak yang disuntikkan seperti minyak kanola adalah bahan pangan yang tidak berbahaya selama digunakan sesuai standar. Meski demikian, konsumsi daging berlemak tinggi seperti ini sebaiknya dibatasi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan sehat. (Sindi/PKL)

Sumber : Kumparan

Tag