Melodi Tanpa Suara: Pengalaman Tuli Menikmati Euforia Konser Blackpink
Kisah Deborah, penonton Tuli, menikmati euforia konser BLACKPINK dan harapannya untuk konser inklusif.
KamiBijak.com, Hiburan - Konser Blackpink menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh para penggemar di Indonesia, termasuk Deborah, salah satu Tuli yang membagikan pengalamannya saat menghadiri konser grup idola asal Korea Selatan tersebut. Dari proses pembelian tiket hingga pengalaman langsung di venue, kisah ini menggambarkan semangat besar sekaligus tantangan bagi para penyandang disabilitas saat menikmati hiburan musik.
- Perjuangan mendapatkan tiket
Deborah membeli tiket melalui platform resmi Tiket.com namun, proses pembelian tiket tidaklah mudah. “Sulit, karena ikut war dan beberapa menit sudah sold out,” ujarnya.
Fenomena ‘ticket war’ ini memang umum terjadi pada konser besar dengan jumlah penggemar yang sangat banyak. Meski demikian, Deborah mengakui bahwa informasi terkait penjualan tiket seperti jadwal, harga, dan tata cara pembelian tersampaikan dengan format yang mudah dipahami, baik melalui teks ataupun visual lainnya.
- Euforia dan pengalaman yang tak terlupakan
(foto : Dok.KamiBijak)
Saat akhirnya berhasil menonton konser secara langsung, pengalaman itu digambarkan sebagai sesuatu yang “gak bisa dibayangin, diluar ekspektasi… intinya bagus,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa penampilan BLACKPINK begitu memukau, baik dari segi koreografi, pencahayaan, maupun visual panggung. “Visualnya menyeluruh, layarnya dan euforianya membara dan sangat seru,” ujarnya sambil menggambarkan suasana konser yang penuh energi.
- Tantangan dalam aksesibilitas bagi penyandang Tuli
Meskipun konser BLACKPINK meninggalkan pesan yang mendalam, ada satu hal penting yang masih menjadi kendala, yaitu minimnya aksesibilitas bagi penonton Tuli seperti Juru Bahasa Isyarat, layar teks atau sistem getaran yang bisa membantu penonton Tuli merasakan ritme musik. Untuk menyiasati itu, Deborah membawa smartphone dengan fitur terjemahan agar tetap bisa mengikuti jalannya konser sebisa mungkin.
- Harapan untuk masa depan yang lebih inklusif
Menanggapi pertanyaan terkait saran bagi penyelenggara konser di masa depan, Deborah berharap agar ada akses khusus bagi penonton disabilitas, terutama Tuli, dapat disediakan. “Ada akses khusus untuk penonton Tuli seperti konser coldplay (ada area khusus untuk disabilitas),” ujarnya.
Fasilitas semacam ini tidak hanya membantu penonton Tuli menikmati pertunjukan dengan lebih baik, tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih setara dan inklusif bagi semua orang.
Pengalaman menonton konser BLACKPINK bagi Deborah menunjukkan betapa kuatnya semangat dan kecintaannya terhadap musik, meskipun ada keterbatasan dalam aksesibilitas. Di sisi lain, kisah ini juga mengingatkan para penyelenggara untuk terus berinovasi dalam menciptakan konser yang ramah bagi semua kalangan. (Keisha/MG).
Sumber : Wawancara
Video Terbaru
MOST VIEWED
