Dari Kursi Roda ke Transportasi Umum: Perjalanan Inspiratif Ketua Tim Inklusif Kemenhub
Catur, Ketua Tim Inklusif Kemenhub, berbagi pengalaman naik Transjakarta dan aksesibilitas sebagai pengguna kursi roda.
KamiBijak.com, Berita - Di tengah upaya memperbaiki pelayanan publik dan transportasi umum yang lebih inklusif di Indonesia, kisah Catur, Ketua Tim Inklusif Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menjadi salah satu cerita inspiratif yang mencerminkan kemajuan nyata dalam aksesibilitas. Catur, yang menggunakan kursi roda, secara konsisten memilih transportasi umum dalam kegiatan sehari-harinya, termasuk untuk pergi dan pulang kerja di kantor pusat Kemenhub di Jakarta.
Sebagai Ketua Tim Inklusif, peran Catur sangat strategis dalam memberikan masukan kepada berbagai subsektor transportasi seperti darat, laut, dan udara. Ia memberikan perspektif langsung tentang kebutuhan dan tantangan penyandang disabilitas dalam mengakses fasilitas transportasi publik sehingga rekomendasi kebijakan yang dihasilkan bisa lebih tepat sasaran.
Dalam video yang dibagikan oleh akun resmi Kemenhub di platform TikTok, Catur memperlihatkan rutinitas perjalanan hariannya menggunakan Transjakarta. Ia berangkat dari daerah Pulo Gadung, Jakarta Timur, menuju kantor Kemenhub di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Sepanjang perjalanan, Catur menilai bahwa moda transportasi umum di ibukota sudah menunjukkan banyak peningkatan dalam hal aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Aksesibilitas yang baik terlihat sejak Catur keluar dari rumah dan menuju halte Transjakarta. Ia menggunakan kursi roda untuk menyusuri trotoar, kemudian memasuki halte yang relatif mudah dijangkau. Di halte, petugas Transjakarta dengan sigap membantu mendorong kursi roda, tentunya dengan seizin dan komunikasi sebelumnya bersama Catur. Langkah ini menjadi contoh penting bagaimana layanan publik bisa mendukung mobilitas kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Sesaat sebelum naik ke bus, Catur menunjukkan bagaimana proses tap kartu uang elektronik berlangsung dengan lancar karena mesin berada pada posisi yang mudah diakses. Ketika bus tiba, petugas Transjakarta juga memasang jembatan khusus (bridging) yang memungkinkan kursi roda masuk ke dalam bus tanpa hambatan meskipun lantai peron dan bus tidak sepenuhnya rata. Di dalam bus sendiri, terdapat area prioritas khusus untuk pengguna kursi roda dengan tanda visual jelas, yang membantu pengguna lain memahami fungsi ruang tersebut.
Namun, pengalaman Catur tidak sepenuhnya tanpa kendala. Ia mengakui bahwa masih ada beberapa halte yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Jumlah fasilitas yang belum optimal ini memang terus berkurang, tetapi tantangan aksesibilitas tetap ada terutama di jalur-jalur yang lebih tua atau belum direnovasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun progres sudah terjadi, masih diperlukan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak.
Sesampainya di halte tujuan, perjalanan Catur belum berhenti. Ia melanjutkan pergerakannya menggunakan motor modifikasi miliknya sendiri yang dilengkapi dengan bak tambahan untuk menyimpan kursi roda. Kendaraan modifikasi ini menunjukkan pentingnya adaptasi alat transportasi pribadi sebagai pelengkap sistem transportasi umum yang ramah disabilitas.
Kisah Catur mencerminkan bahwa akses mobilitas bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi juga tentang kesigapan petugas, desain ruang publik yang mempertimbangkan pengguna dengan kebutuhan khusus, dan kebijakan inklusif yang dijalankan secara nyata. Pengalaman ini menjadi contoh konkret bagaimana penyandang disabilitas bisa berpartisipasi aktif dalam kehidupan profesional sekaligus memberi kontribusi penting terhadap penyusunan kebijakan publik.
Dengan semakin banyaknya cerita seperti ini, publik diharapkan semakin memahami pentingnya layanan transportasi yang ramah disabilitas secara menyeluruh, bukan sekedar akses fisik, tetapi juga dukungan manusiawi dan kebijakan yang mendukung integrasi sosial penuh. Kisah ini menjadi pengingat bahwa transportasi inklusif adalah hak semua warga, tanpa terkecuali. (Sindi/PKL)
Sumber : Liputan6
Video Terbaru
MOST VIEWED
