Ilmuwan Disabilitas yang Mengubah Dunia: Kisah Inspiratif dari Laboratorium
Inilah kisah 8 ilmuwan disabilitas yang menginspirasi dunia sains.
KamiBijak.com, Berita - Partisipasi penyandang disabilitas di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) masih jauh dari harapan. Data National Science Foundation (NSF) menunjukkan, hanya sekitar 3% pekerja STEM di Amerika Serikat pada 2021 berasal dari kelompok difabel. Angka ini nyaris tak bergerak selama satu dekade, meski definisi disabilitas sudah diperluas mencakup lebih banyak kondisi fisik maupun mental.
Padahal, sejarah membuktikan bahwa banyak ilmuwan difabel telah meninggalkan warisan besar bagi dunia. Mereka menunjukkan bahwa sains justru semakin kaya ketika memberi ruang bagi semua kalangan. Berikut delapan kisah inspiratif yang patut dikenang:
- Todd A. Blumenkopf
Lahir dengan spina bifida, ahli kimia farmasi ini memperjuangkan aksesibilitas laboratorium sekaligus terlibat dalam penemuan obat penting untuk rheumatoid arthritis, Xeljanz. Ia juga menyunting buku Working Chemists with Disabilities yang menjadi panduan penting bagi ilmuwan disabilitas.
- John Cornforth
Peraih Nobel Kimia 1975 ini kehilangan pendengaran sejak kecil, namun penelitiannya tentang stereokimia enzimatis membuka jalan bagi pengembangan obat penurun kolesterol yang menyelamatkan jutaan nyawa.
- Anders Gustaf Ekeberg
Meski mengalami gangguan pendengaran dan kehilangan satu mata, Ekeberg berhasil menemukan unsur tantalum. Ia juga membimbing Jöns Jacob Berzelius, salah satu bapak kimia modern.
- Henry Gilman
Dikenal sebagai “Bapak Kimia Organologam,” Gilman tetap produktif meneliti meski kehilangan hampir seluruh penglihatan. Reagen organokuprat temuannya kini menjadi fondasi dalam sintesis organik.
- Dorothy Crowfoot Hodgkin
Ilmuwan perempuan peraih Nobel Kimia 1964 ini menemukan struktur penicillin, vitamin B12, dan insulin. Meski berjuang melawan rheumatoid arthritis, Hodgkin tetap aktif meneliti dan dikenal sebagai pejuang perdamaian.
- Pierre Jules César Janssen
Pincang sejak kecil tak menghentikan Janssen untuk menorehkan sejarah sebagai salah satu penemu helium. Ia bahkan rela menembus blokade perang demi menyaksikan gerhana matahari.
- Florence Seibert
Penderita polio ini menciptakan uji kulit tuberkulosis yang akurat dan masih digunakan di seluruh dunia. Ia menolak mematenkan temuannya agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
- Henry David Wohlers
Kehilangan penglihatan sejak kecil, Wohlers tetap menempuh karier di kimia hingga meraih gelar doktor. Ia aktif memperjuangkan inklusivitas, termasuk mengembangkan sistem notasi kimia braille.
Para Ilmuwan Disabilitas yang Berjasa dan Mendapatkan Nobel Prize. (Foto : Dok Chemical and Engineering News)
Kisah mereka membuktikan satu hal: keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi semangat ilmiah. Justru, tekad dan keberanian mereka menjadi fondasi penemuan yang menyelamatkan kehidupan dan memperluas cakrawala ilmu pengetahuan. Dunia sains akan selalu lebih kuat ketika memberi ruang setara bagi semua. (Restu)
Sumber: Detik
Video Terbaru
MOST VIEWED
