Berita

Keluarga di Toronto Gugat Pemerintah demi Rumah Inklusif untuk Tiga Anak Disabilitas

Keluarga di Toronto menggugat pemerintah kota usai gagal mendapat penggantian biaya rumah disabilitas.

Kamibijak.com, Disabilitas - Perjuangan sebuah keluarga di Toronto, Kanada, untuk menyediakan rumah yang aman dan aksesibel bagi tiga anak penyandang disabilitas berujung di meja hijau. Joseph Geraghty dan istrinya, Rhonda, menggugat Pemerintah Kota Toronto setelah mengaku dijanjikan penggantian biaya pembangunan rumah yang hingga kini tak kunjung terealisasi.

Pasangan tersebut mengajukan gugatan senilai 2,8 juta dolar Kanada atau sekitar Rp33 miliar. Mereka menilai pemerintah kota telah memberikan informasi yang menyesatkan terkait penggantian lebih dari 200 ribu dolar Kanada yang telah mereka keluarkan untuk biaya perencanaan dan pengembangan proyek pembangunan rumah.

Rumah itu dibangun di kawasan North York dengan tujuan memberikan tempat tinggal yang memungkinkan ketiga anak mereka hidup lebih mandiri tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Dua putra kembar mereka yang kini berusia 28 tahun merupakan penyandang autisme, sedangkan putri mereka yang berusia 31 tahun hidup dengan gangguan kejang serius.

Keputusan membangun rumah tersebut diambil setelah salah satu putra mereka harus menunggu lebih dari 15 tahun untuk memperoleh hunian dengan layanan pendampingan dari pemerintah tanpa kepastian kapan akan tersedia.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/30-juta-hunian-layak-disabilitas 

Mengaku Dijanjikan Penggantian Biaya

Menurut Joseph Geraghty, persoalan bermula pada 2018 saat mereka mengajukan rencana pembangunan kepada Pemerintah Kota Toronto. Berdasarkan komunikasi yang diterima, keluarga itu meyakini terdapat mekanisme untuk mengembalikan biaya perizinan dan pengembangan setelah seluruh proses administrasi selesai.

Mereka bahkan mengaku diminta membayar seluruh biaya di awal, kemudian mengajukan penggantian setelah proyek berjalan.

Namun, setelah bertahun-tahun berpindah dari satu instansi ke instansi lain, keluarga tersebut akhirnya diberi tahu bahwa pemerintah kota tidak memiliki program yang dapat mengganti biaya tersebut.

Geraghty menyebut keputusan itu menjadi pukulan besar, bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi keluarga lain yang berusaha membangun hunian ramah disabilitas secara mandiri.

Proyek Berjalan Lebih dari Lima Tahun

Pembangunan rumah telah berlangsung lebih dari lima tahun. Untuk menekan biaya, Joseph dan Rhonda tidak hanya mengurus seluruh proses administrasi, tetapi juga turun langsung sebagai kontraktor sekaligus pekerja konstruksi.

Mereka mengaku proyek tersebut tetap dapat berjalan berkat bantuan sejumlah donatur yang menyumbangkan material bangunan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Toronto menyatakan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut karena perkara sedang diproses di pengadilan. Pemerintah hanya menegaskan tetap mendukung aksesibilitas dan inklusi melalui berbagai kebijakan, program, serta insentif bagi proyek perumahan terjangkau yang telah disetujui dewan kota.

Meski demikian, dokumen resmi tata ruang Kota Toronto tidak secara khusus mengatur penggantian biaya perencanaan atau pengembangan bagi keluarga yang membangun rumah untuk anggota keluarga penyandang disabilitas.

Putra Joseph Geraghty, Evan, turut membantu pengerjaan proyek pembangunan rumah tersebut. Geraghty mengatakan ia sangat bersyukur kepada berbagai perusahaan yang telah menyumbangkan bahan bangunan dan perlengkapan untuk mendukung proses konstruksi. Sumber Foto: Joseph Geraghty.

Antrean Hunian Disabilitas Masih Panjang

Koalisi Autisme Ontario menyebut kasus yang dialami keluarga Geraghty mencerminkan persoalan yang dihadapi banyak keluarga di provinsi tersebut. Antrean memperoleh hunian dengan layanan pendampingan bagi penyandang disabilitas dapat berlangsung bertahun-tahun, bahkan tanpa kepastian.

Presiden Ontario Autism Coalition, Bruce McIntosh, mengatakan banyak orang tua akhirnya harus menyiapkan biaya sendiri untuk memastikan anak-anak mereka memiliki tempat tinggal yang aman saat dewasa.

Ia menilai seluruh tingkatan pemerintahan perlu meningkatkan investasi pada layanan dan perumahan bagi penyandang disabilitas agar keluarga tidak menanggung beban sendirian.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Ontario menyatakan telah meningkatkan anggaran layanan disabilitas perkembangan menjadi hampir 4 miliar dolar Kanada pada tahun ini. Pemerintah juga mengalokasikan hampir 220 juta dolar Kanada melalui Anggaran 2026 untuk memperkuat layanan bagi penyandang disabilitas serta menaikkan tunjangan Ontario Disability Support Program (ODSP) sebesar 20 persen sejak 2022.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/pemprov-dki-jakarta-dan-dprkp-sediakan-hunian-khusus-untuk-penyandang-disabilitas 

Bangun Harapan bagi Keluarga Lain

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Joseph dan Rhonda mendirikan organisasi nirlaba The Legacy Building Project. Organisasi tersebut bertujuan membantu keluarga lain yang ingin membangun hunian ramah disabilitas dengan memberikan informasi, pendampingan, serta berbagi pengalaman.

Bagi keluarga Geraghty, perjuangan mereka bukan sekadar memperjuangkan hak sendiri, tetapi juga membuka jalan agar keluarga lain yang memiliki anak penyandang disabilitas memperoleh dukungan yang lebih baik dalam menyediakan tempat tinggal yang layak, aman, dan inklusif. (Restu)

Sumber: CBC News

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.