Kebiasaan Tidur & Diabetes, Jangan Anggap Remeh Kualitas Istirahat Malam
pola tidur buruk tingkatkan resistensi insulin & risiko diabetes tipe 2. Jaga jam tidur Anda!
KamiBijak.com, Hiburan - Kita sering fokus pada diet dan olahraga untuk mencegah diabetes, namun ada satu faktor penting yang sering terabaikan: kualitas dan kuantitas tidur. Para ahli kesehatan kini semakin menyoroti bagaimana kebiasaan tidur yang buruk tidak hanya membuat kita lelah, tetapi juga secara diam-diam dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
Kurang Tidur Mengacaukan Metabolisme Gula
Tidur ideal bagi orang dewasa adalah 7 hingga 9 jam per malam. Ketika kita tidur kurang dari jumlah tersebut, tubuh memasuki kondisi stres. Kurang tidur memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah dan membuat sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin, yang merupakan cikal bakal utama diabetes tipe 2.
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur kronis dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam memproses glukosa secara efisien. Bahkan hanya beberapa malam kurang tidur sudah dapat membuat tubuh berfungsi seperti sedang mengalami pradiabetes.
Terlalu Banyak Tidur Juga Berbahaya
(foto : Yesdok)
Meskipun kurang tidur adalah perhatian utama, tidur secara konsisten lebih dari 9 jam per malam) juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes. Salah satu hipotesis adalah bahwa tidur terlalu lama bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan mendasar atau kurangnya aktivitas fisik. Orang yang tidur terlalu lama cenderung memiliki gaya hidup seperti kurang bergerak, merupakan faktor risiko kuat untuk obesitas dan diabetes.
Pola Tidur Tidak Teratur dan Shift Malam
Selain durasi, konsistensi pola tidur juga sangat krusial. Sering mengalami social jetlag, perbedaan drastis antara jam tidur hari kerja dan akhir pekan dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh. Ritme sirkadian adalah jam internal tubuh yang mengatur kapan kita merasa waspada dan kapan kita tidur, serta mempengaruhi pelepasan hormon. Gangguan pada ritme ini dapat memengaruhi bagaimana tubuh menggunakan insulin, sehingga meningkatkan risiko resistensi insulin.
Bagi pekerja shift malam, risiko diabetes bahkan lebih tinggi karena mereka secara fundamental bekerja melawan ritme sirkadian alami tubuh.
Kiat Tidur Sehat untuk Gula Darah Stabil
Untuk menjaga kesehatan metabolik dan menjauhkan risiko diabetes, mulailah memprioritaskan kebersihan tidur:
- Jaga konsistensi: Usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan.
- Ciptakan lingkungan kondusif: Pastikan kamar tidur gelap, tenang, dan sejuk.
- Batasi paparan layar: Jauhi gadget setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.
Mengatur pola tidur yang sehat adalah investasi sederhana namun berdampak besar pada pencegahan diabetes dan kesehatan jangka panjang secara keseluruhan. (Keisha/MG)
Sumber : DetikHealth
Video Terbaru
MOST VIEWED
